Akurat
Pemprov Sumsel

Dorong Investasi Energi, ESDM Pangkas Izin Geotermal Jadi 3 Bulan

Dedi Hidayat | 11 Oktober 2025, 13:30 WIB
Dorong Investasi Energi, ESDM Pangkas Izin Geotermal Jadi 3 Bulan

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah melakukan percepatan dan penyederhanaan regulasi untuk mempercepat investasi sektor energi, khususnya panas bumi (geothermal).

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan salah satu kendala utama pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia selama ini adalah proses perizinan yang terlalu panjang dan berbelit.

“Salah satu problem kita itu adalah regulasi. Nah, kita sekarang sedang melakukan regulasi yang cepat, yang lama investasi, yang bisa kita eksekusi, dan tidak membuat berbelit-belit,” kata Bahlil dalam acara Indonesia International Sustainability Forum (ISF) di Senayan, Jumat (10/10/2025).

Baca Juga: FORMID Apresiasi Rencana Menteri ESDM Setop Impor Solar Tahun Depan: Terobosan Menuju Kedaulatan Energi

Namun, Bahlil menyampaikan pemerintah telah memangkas waktu perizinan dan tender proyek panas bumi dari semula bisa mencapai satu tahun menjadi hanya tiga bulan.

“Panas bumi itu izinnya itu bisa sampai 1 tahun, ga selesai-selesai. Tapi sekarang kita sudah mulai rubah, cukup 3 bulan, udah selesai. Tendernya pun ga pake lama-lama lagi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan percepatan ini mencakup berbagai tahapan mulai dari proses perizinan, tender proyek, hingga pemanfaatan wilayah kerja panas bumi.

Langkah ini, kata Bahlil diambil agar target pengembangan EBT nasional bisa dicapai sesuai rencana.

“Regulasinya, proses tendernya, kemudian pemanfaatan percepatannya. Sehingga kita bisa mencapai target dari apa yang sudah direncanakan,” ujar Bahlil.

Baca Juga: Kementerian ESDM Masih Lakukan Audit Pasca Longsor, Tambang PTFI Belum Beroperasi

Diberitakan sebelumnya, Kementerian ESDM menyampaikan bahwa potensi energi dari panas bumi mencapai 27 Gigawatt (GW). Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi energi dari panas bumi terbesar di dunia.

“Kita tahu bahwa geotermal adalah salah satu sumber energi baru-terbarukan dan Indonesia mempunyai cadangan yang cukup besar. Pertama, maaf, terbesar di dunia sekitar 27 gigawatt atau 27 ribu lebih megawatt,” kata Bahlil dalam the 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2025, Rabu (17/9/2025).

Meski begitu, Bahlil menyebut bahwa sampai saat ini Indonesia baru mengolah 10% dari potensi energi dari panas bumi yang ada.

“Artinya masih ada 90 persen potensi ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bahlil menyebut panas bumi seperti emas berbentuk uap, mengingat harga saham perusahaan yang memiliki PLTP langsung naik berkali lipat ketika mereka memutuskan untuk melantai di bursa.

Hitung-hitungannya, break even point pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) hanya butuh waktu 8 tahun dengan harga listrik sebesar USD9,5 sen per kilowatt hour (KWh)

Hitungan BEP 8 tahun itu bisa tercapai dengan catatan tidak ada mark up terhadap capital expenditure (capex) dalam pengembangan PLTP. Jika ada mark up, dia memperkirakan BEP bisa tercapai dalam waktu 10 tahun.

"Pengusaha kan, kita tahu lah bagaimana cara capex naik, mark up-mark up sedikit. Aku ahlinya dulu waktu jadi pengusaha. Jadi, jangan dibilang bahwa itu 10 tahun, tapi 8 tahun sudah. Jelek-jelekya 9 tahun BEP," pungkas Bahlil.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.