Akurat
Pemprov Sumsel

8.000 Buyer Hadiri TEI 2025, Produk Indonesia Kian Diminati Dunia

Hefriday | 20 Oktober 2025, 15:50 WIB
8.000 Buyer Hadiri TEI 2025, Produk Indonesia Kian Diminati Dunia

AKURAT.CO Gelaran pameran dagang internasional terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, resmi memasuki hari terakhir pada Minggu (19/10/2025). Pameran yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, ini mencatat capaian membanggakan dengan kehadiran 8.045 buyer internasional dari 130 negara di seluruh dunia.

Tahun ini, TEI kembali membuktikan posisinya sebagai barometer keunggulan produk ekspor nasional. Ribuan pelaku usaha global, baik buyer lama maupun pendatang baru, memadati arena pameran untuk mencari produk-produk berkualitas buatan Indonesia.

Negara-negara seperti India, Malaysia, dan Australia menjadi peserta yang paling aktif menjalin kemitraan bisnis baru selama pameran berlangsung.

Baca Juga: Kementerian P2MI dan Kemendag Kerja Sama Buka Peluang Pekerja Migran Jadi Eksportir

Salah satu buyer asal India, Director Devobiz Mohammed Rafi, mengaku kagum dengan peningkatan penyelenggaraan TEI 2025 dibanding tahun sebelumnya. Ia menilai, Indonesia terus menunjukkan kemajuan dalam tata kelola pameran dan peningkatan kualitas produk.

“Ada banyak peningkatan, mulai dari jumlah stan yang bertambah, pertemuan dengan delegasi yang lebih tertata, dan pelayanan yang semakin baik. Hubungan bisnis antara India dan Indonesia semakin kuat lewat TEI,” ujarnya.

Mohammed yang telah menjadi pembeli tetap sejak beberapa tahun terakhir mengungkapkan minatnya pada produk kuliner, furnitur, arang, dan kertas dari Indonesia. Menurutnya, kualitas produk-produk Indonesia sudah diakui di pasar India.

“Saya berharap TEI tahun depan menghadirkan lebih banyak peserta dari berbagai daerah di Indonesia, bukan hanya dari Jakarta. Indonesia sangat besar, dan pameran ini sebaiknya bisa mewakili keberagaman industrinya,” katanya.

Selain India, Malaysia juga menjadi negara dengan jumlah buyer terbanyak di TEI 2025. General Manager Import and Export Division Mydin, Norman Rajen Abdullah, menyebut pihaknya hadir untuk mencari produk Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan pasar Malaysia.

“Gaya hidup antara Indonesia dan Malaysia sangat mirip, terutama dalam hal kepercayaan terhadap produk halal. Hal itu membuat kami yakin untuk terus membeli produk dari Indonesia,” tutur Rajen.

Baca Juga: Kemendag Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Paviliun BISA Ekspor di TEI 2025

Rajen mengungkapkan, Mydin telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah produsen Indonesia pada 15 Oktober 2025, yang disaksikan langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso.

Kerja sama tersebut mencakup pembelian produk makanan, sarung, dan white label product. Ia menambahkan, perusahaannya berencana memperluas kerja sama lewat penjajakan bisnis baru di TEI tahun mendatang.

Dari kawasan Pasifik Selatan, Australia juga menunjukkan antusiasme tinggi terhadap produk Indonesia. Director ANZ Solaris Paper, Steve Nicholson, mengatakan pihaknya tertarik dengan kualitas pulp dan kertas Indonesia yang disebut mampu bersaing di pasar global.

Tahun ini, perusahaannya menandatangani MoU senilai USD230 juta dengan produsen Indonesia dan berencana kembali berpartisipasi di TEI 2026.

Tak hanya menarik perhatian buyer internasional, TEI 2025 juga ramai dikunjungi masyarakat dalam negeri. Dery, pengunjung asal Kuningan, Jawa Barat, menyebut TEI sebagai ajang inspiratif bagi calon pelaku usaha.

“Pameran ini sangat bermanfaat untuk melihat peluang bisnis. Semoga tahun depan makin banyak buyer luar negeri datang dan makin banyak produk baru ditampilkan,” ujarnya.

Daya tarik TEI juga menjangkau kalangan mahasiswa. Dinda dan Tegar, dua mahasiswa asal Tangerang, mengaku datang untuk belajar tentang dunia usaha dan mencari ide bisnis kuliner.

“Kami bisa melihat langsung bagaimana produk lokal bisa bersaing secara internasional. Ini jadi pengalaman penting untuk kami yang ingin berwirausaha,” kata Tegar.

TEI 2025 yang digelar selama lima hari, dari 15 hingga 19 Oktober 2025, tidak hanya menjadi ajang pameran dagang, tetapi juga ruang interaksi bisnis lintas negara.

Ribuan pelaku usaha, pembeli, dan masyarakat umum bertemu untuk memperluas jejaring dan memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi