ESDM Dorong Badan Geologi Perkuat Eksplorasi Migas dan Mineral Nasional

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan pentingnya peran Badan Geologi dalam memperkuat basis data dan eksplorasi sumber daya alam, terutama minyak dan gas bumi (Migas) hingga mineral dan batu bara (Minerba)
Adapun, upaya ini dinilai krusial dalam mendukung target peningkatan lifting migas nasional dan akselerasi hilirisasi mineral strategis.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung menyebut untuk sektor migas Indonesia memiliki 128 cekungan migas, namun baru 20 cekungan yang telah tereksplorasi.
Baca Juga: Kementerian ESDM Tindaklanjuti Perpres Pengolahan Sampah Jadi Energi
“Ya berarti ini ada 108 cekungan yang harus kita lakukan eksplorasi. Jadi untuk eksplorasi ini kan seharusnya ini bisa dikoordinasikan oleh badan geologi dan juga peralatan kita,” kata Yuliot saat ditemui di Badan Geologi ESDM dikutip, Kamis (23/10/2025).
Yuliot menjelaskan, dengan pemetaan yang lebih akurat dan dukungan data geologi yang kuat, pemerintah berharap potensi migas nasional dapat tergali lebih optimal.
Dirinya menambahkan, peran Badan Geologi juga penting untuk mendorong kolaborasi dengan badan usaha agar eksplorasi di cekungan-cekungan baru dapat berjalan efektif.
“Kita mengharapkan ini potensi minyak dan gas bumi itu bisa kita dapatkan dan juga bisa kita dorong bagaimana badan usaha bisa memanfaatkan cekungan-cekungan tadi untuk ke tanah energi kita ke depan,” ujarnya.
Selain migas, Yuliot juga menyoroti pentingnya eksplorasi mineral kritis dan logam tanah jarang (rare earth elements) sebagai bagian dari strategi hilirisasi industri nasional.
Baca Juga: Dongkrak Ekonomi Daerah, Herman Deru Apresiasi Langkah Menteri ESDM Legalkan Sumur Minyak Rakyat
“Untuk mineral, kita juga sudah memiliki indikasi mineral kritis dan juga mineral logam tanah jarang yang cukup. Tapi ini selama ini kan belum bisa dimanfaatkan secara maksimal,” jelasnya.
Yuliot menambahkan ESDM melalui Badan Geologi tengah melakukan survei dan pemetaan geologi yang lebih intensif terkait dengan mineral kritis ini.
Sehingga, kata Yuliot pemerintah erharap dapat menentukan titik-titik potensial sumber daya mineral yang bisa dikembangkan untuk mendukung program hilirisasi dan transisi energi.
“Dengan adanya survei yang kita lakukan, jadi kita akan mengetahui spot-spot atau titik-titik di mana itu potensi yang kita miliki,” tutur Yuliot.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










