Akurat
Pemprov Sumsel

Dorong Investasi, Wamenperin Minta Produsen Baja Global Tidak Hanya Impor tapi Produksi di Indonesia

Dedi Hidayat | 10 November 2025, 16:30 WIB
Dorong Investasi, Wamenperin Minta Produsen Baja Global Tidak Hanya Impor tapi Produksi di Indonesia

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong produsen baja luar negeri untuk berinvestasi jika ingin menjual barang mereka di tanah air.

Adapun, Kemenperin mencatat masih adanya gap antara konsumsi baja dan produksi baja nasional yang membuat masih banyaknya impor.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Riza mengatakan perlunya produsen baja luar negeri berinvestasi. Sehingga, tidak hanya mengakses pasar domestik melalui impor, tetapi turut membangun pabrik dan fasilitas produksi di Indonesia.

Baca Juga: Kemenperin Perkuat Ekosistem Industri Lewat IndoBuildTech & GAFA 2025

“Kami minta supaya mereka berinvestasi di Indonesia, bangun pabrik di Indonesia, sehingga mereka juga punya akses ke pasar domestik, sebagaimana industri-industri atau pabrik-pabrik lain yang selama ini menjadi pemain di pasar domestik,” kata Faisol saat ditemui di Komplek Parlemen Senayan, Senin (10/11/2025).

Faisol menambahkan kehadiran investasi baru akan memperkuat struktur industri baja nasional, menambah kapasitas produksi, sekaligus menurunkan angka impor baja di Tanah Air.

“Nah investasi tentu solusi buat industri baja, agar tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri yang memang besar, yang selama ini sebagian itu impor, kira-kira 11 juta ton impor, bisa dipenuhi lebih baik kalau mereka berinvestasi di dalam negeri,” tambahnya.

Lebih lanjut, Faisol menjelaskan bahwa selain menyerap pasar dalam negeri, produsen baja yang berinvestasi juga berpeluang melakukan ekspansi ke pasar global melalui ekspor.

Pemerintah, kata Wamenperin, siap memberikan berbagai fasilitas untuk mendukung hal tersebut.

“Sekaligus juga selain impor, mereka bisa melakukan ekspansi ke pasar global melalui ekspor, kita akan dukung dengan berbagai fasilitas. Jadi gunanya investasi itu kira-kira,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Faisol mengatakan bahwa kesenjangan antara konsumsi baja nasional dan kapasitas produksi dalam negeri masih sangat lebar.

Baca Juga: Isu PHK Karyawan Ban Michelin di Cikarang, Kemenperin Kumpulkan Data Lengkap

Dirinya menyebut gap ntara konsumsi baja dan produksi nasional sangat besar. Gap ini diisi oleh produk impor sekitar 55% kebutuhan nasional dan mayoritas dari Cina.

“Sementara utilisasi industri baja kita sebesar 50% kurang lebih, sehingga industri baja nasional yang idle karena produknya tidak terserap pasar juga cukup banyak,” kata Faisol saat rapat dengan Komisi VI DPR RI, Senin (10/11/2025).

Faisol pun menjelaskan bahwa sebagian besar produsen baja nasional masih berorientasi untuk memenuhi kebutuhan sektor konstruksi dan infrastruktur.

Akibatnya, pengembangan produk baja bernilai tambah tinggi untuk sektor otomotif, alat berat, perkapalan, hingga permesinan masih relatif minim.

“Padahal sektor-sektor ini memerlukan jenis baja dengan spesifikasi khusus seperti alloy steel baja paduan atau special steel baja khusus yang memiliki potensi pasar besar baik di dalam negeri maupun luar negeri,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.