Akurat
Pemprov Sumsel

Transformasi, TBS Energi Utama Kucurkan USD600 Juta untuk Tiga Pilar Bisnis Hijau

Dedi Hidayat | 12 November 2025, 19:07 WIB
Transformasi, TBS Energi Utama Kucurkan USD600 Juta untuk Tiga Pilar Bisnis Hijau

AKURAT.CO PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar USD600 juta atau sekitar Rp10 triliun (asumsi kurs Rp16.720) untuk transformasi model bisnis.

TBS diketahui akan mengubah bisnis dari pertambangan batu bara menjadi bisnis pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik.

Direktur PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), Juli Oktarina mengatakan bahwa capex tersebut bakal digunakan untuk tiga bisnis baru tadi dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

“Kalau untuk estimasinya untuk 5 tahun ke depan, sampai dengan sesuai roadmap kita di TBS 2030, Capex mungkin sekitar USD 600 juta. Untuk total ya, untuk total 3 bisnis ini," kata Juli dalam agenda TBS Re/define di Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Meski begitu, Juli tidak menutup kemungkinan adanya pendanaan tiga pilar bisnis ini dari pihak lain dan tidak semuanya berasal dari uang perusahaan semua. “Tapi itu kan nanti dananya bisa kita lihat. Kita lihat karena kita perusahaan terbuka, kita punya banyak opsi lah. Untuk itu nggak semuanya harus dikeluarkan dari perusahaan,” tambahnya.

Baca Juga: TBS Energi Utama Ungkap Alasan COD PLTS Terapung Tembesi Mundur ke Kuartal II-2026

Diberitakan sebelumnya, PT TBS Energi Utama Tbk memperkenalkan identitas barunya, menandai langkah besar dalam perjalanan transformasi menuju bisnis hijau dan berkelanjutan.

Melalui strategi yang terintegrasi di tiga pilar utama yaitu pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik, TBS menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan nilai sosial dan lingkungan. Transformasi ini merupakan kelanjutan dari inisiatif TBS2030, peta jalan menuju netral karbon yang diluncurkan pada 2021.

Dicky Yordan, Presiden Direktur & CEO TBS, menyampaikan, transformasi ini bukan
sekadar pergantian identitas, melainkan representasi dari perjalanan panjang TBS untuk menjadi perusahaan yang fokus pada bisnis berkelanjutan.

“Kini kami memasuki babak baru, memperkuat sinergi lintas unit bisnis, dan menghadirkan solusi hijau yang memberi nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial bagi masyarakat,” kata Dicky Yordan di Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Lini Bisnis TBS Energi Utama di Bidang Energi Hijau

Dalam tiga tahun terakhir, TBS telah memperluas jejaknya di sektor pengelolaan limbah dengan mengakuisisi Asia Medical Enviro Services (AMES) dan ARAH Environmental Indonesia (ARAH), sekaligus memperkuat ekosistem pengelolaan limbah medis, industri, dan domestik di Indonesia.

Langkah tersebut dilanjutkan dengan akuisisi penuh terhadap Sembcorp Environment Pte. Ltd. (SembEnviro) di Singapura, yang kini bertransformasi menjadi CORA Environment.

Integrasi ini menandai ekspansi regional TBS sekaligus memperkuat kapabilitas operasional, teknologi, dan skala bisnis di Asia Tenggara.  Di bidang energi terbarukan, TBS telah mengoperasikan pembangkit listrik mikrohidro 2x3 MW di Lampung sejak Januari 2025.

Sementara itu, proyek Tembesi Floating Solar Power Plant berkapasitas 46 MWp di Batam yang kolaborasi dengan PLN Nusantara Power tengah memasuki tahap konstruksi dan ditargetkan beroperasi penuh pada pertengahan tahun depan.

Sementara di sektor kendaraan listrik, TBS melalui Electrum terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik terintegrasi, mencakup perakitan kendaraan, teknologi baterai, infrastruktur penukaran baterai, dan pembiayaan hijau.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.