Kemenperin Siapkan Insentif Untuk Perkuat Industri Otomotif
Dedi Hidayat | 14 November 2025, 06:01 WIB

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah merumuskan kebijakan insentif baru untuk mendukung sektor otomotif nasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan usulan tersebut nantinya akan diajukan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk dibahas lebih lanjut di tingkat pemerintah.
“Kemenperin sedang dalam proses merumuskan kebijakan insentif stimulus untuk sektor otomotif yang nanti akan diajukan ke Menko Perekonomian,” kata Agus saat ditemui di kantornya, Kamis (13/11/2025).
Agus menegaskan, sektor otomotif merupakan salah satu industri strategis yang memiliki peran penting dalam menopang perekonomian nasional.
“Kemenperin sedang dalam proses merumuskan kebijakan insentif stimulus untuk sektor otomotif yang nanti akan diajukan ke Menko Perekonomian,” kata Agus saat ditemui di kantornya, Kamis (13/11/2025).
Agus menegaskan, sektor otomotif merupakan salah satu industri strategis yang memiliki peran penting dalam menopang perekonomian nasional.
Baca Juga: Menperin Minta Industri Otomotif Hindari PHK di Tengah Penjualan Turun
Selain kontribusi besar terhadap ekspor dan penerimaan negara, sektor ini juga memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang tinggi terhadap penciptaan lapangan kerja dan aktivitas industri pendukung.
“Sektor otomotif terlalu penting untuk diabaikan sehingga jadi perhatian khusus, karena backward dan linkagenya terdapat komponen ketenagakerjaan yang memang selalu harus kita lindungi,” tegasnya.
Menurut Agus, pemberian insentif ini diharapkan tidak hanya menjaga keberlanjutan sektor otomotif yang ada, tetapi juga mendorong penciptaan lapangan kerja baru serta menarik investasi ke dalam negeri.
Agus menilai, perlu adanya kebijakan fiskal yang berpihak pada industri otomotif, setidaknya mulai diterapkan pada 2026.
“Kita harap mereka menjadi perhatian supaya mereka ada perlindungan tenaga kerja dan penciptaan tenaga kerja baru, penting ada perhatian khusus, paling tidak ada kebijakan fiskal 2026 agar supaya sektor otomotif bisa jauh lebih cepat,” ujarnya.
Agus juga mengingatkan keberhasilan kebijakan serupa pada masa pandemi Covid-19, di mana insentif pajak kendaraan bermotor terbukti mampu menjaga kinerja industri otomotif sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
“kita punya pengalaman ketika menghadapi Covid-19, salah satu kebijakan tercepat diambil pemerintah adalah memberikan perhatian ke sektor otomotif,” tuturnya.
Selain kontribusi besar terhadap ekspor dan penerimaan negara, sektor ini juga memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang tinggi terhadap penciptaan lapangan kerja dan aktivitas industri pendukung.
“Sektor otomotif terlalu penting untuk diabaikan sehingga jadi perhatian khusus, karena backward dan linkagenya terdapat komponen ketenagakerjaan yang memang selalu harus kita lindungi,” tegasnya.
Menurut Agus, pemberian insentif ini diharapkan tidak hanya menjaga keberlanjutan sektor otomotif yang ada, tetapi juga mendorong penciptaan lapangan kerja baru serta menarik investasi ke dalam negeri.
Agus menilai, perlu adanya kebijakan fiskal yang berpihak pada industri otomotif, setidaknya mulai diterapkan pada 2026.
“Kita harap mereka menjadi perhatian supaya mereka ada perlindungan tenaga kerja dan penciptaan tenaga kerja baru, penting ada perhatian khusus, paling tidak ada kebijakan fiskal 2026 agar supaya sektor otomotif bisa jauh lebih cepat,” ujarnya.
Agus juga mengingatkan keberhasilan kebijakan serupa pada masa pandemi Covid-19, di mana insentif pajak kendaraan bermotor terbukti mampu menjaga kinerja industri otomotif sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
“kita punya pengalaman ketika menghadapi Covid-19, salah satu kebijakan tercepat diambil pemerintah adalah memberikan perhatian ke sektor otomotif,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








