Gara-gara Mineral Ini, Harga Aluminium Terbang ke USD2.800 per Ton

AKURAT.CO PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mengungkapkan alasan dibalik naiknya harga aluminium yang terjadi sampai hari ini. Harga aluminium dunia melonjak ke kisaran USD2.800 per ton, jauh di atas level normal USD2.200–USD2.600.
Direktur Pengembangan Usaha PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), Arif Haendra mengatakan kenaikan tajam ini dipicu tingginya harga tembaga akibat gangguan pasokan global.
“Cuman hari ini harga aluminium tinggi, USD2.800an. Kenapa? Aluminium mensubstitusi tembaga. Harga tembaga lagi naik tinggi,” kata Arif dalam acara Media Gatehring Forum Wartawan Industri (Forwin) di Sentul, Bogor dikutip, Minggu (16/11/2025).
Baca Juga: Kebutuhan Aluminium Melonjak, Inalum Dorong Sinergi Pemerintah Percepat Hilirisasi
Menurut Arif, kenaikan harga tembaga terjadi setelah dua produsen utama mengalami penghentian produksi yaitu di Freeport dan tambang tembaga di Chili.
Lonjakan harga tembaga mendorong industri beralih ke aluminium, terutama di sektor listrik. Arif menjelaskan bahwa dalam jaringan kabel tegangan tinggi, aluminium telah menjadi pilihan utama karena lebih ringan, bentuk kabel lebih stabil, dan memiliki konduktivitas listrik serta termal yang cukup mendekati tembaga.
Meski demikian, Arif menambahkan pasokan aluminium global saat ini juga meningkat, namun tidak signifikan sehingga tidak mampu meredam lonjakan harga.
“Oleh karena itu, pada saat harga tembaga naik, beralihlah ke harga aluminium. Inilah yang menyebabkan harga aluminium ikut naik. Meskipun suplainya juga naik, tapi tidak banyak.,” ujarnya.
Lebih lanjut, ketika ditanya mengenai proyeksi harga tahun depan, Arif menilai harga aluminium berpotensi tetap bertahan di level tinggi selama kondisi eksternal belum kembali normal.
Menurutnya, apabila pasar kembali stabil dan pasokan tembaga kembali normal, harga aluminium diperkirakan akan berada ke rentang USD2.600–USD2.700.
“Kondisi seperti saya tambakan tadi, harga aluminium agak naik karena ada tembaga, karena ada beberapa hal yang sebenarnya itu tidak biasanya. Ada anomali. Nanti kalau normal, akan normal lagi sekitar USD2.600-USD2.700,” tutur Arif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









