Akurat
Pemprov Sumsel

Ninis Kesuma Adriani: Ratu Pupuk Indonesia Jaga Keseimbangan Industri dan Ketahanan Pangan

Ikhwan Fajar Ramadhan | 18 November 2025, 14:06 WIB
Ninis Kesuma Adriani: Ratu Pupuk Indonesia Jaga Keseimbangan Industri dan Ketahanan Pangan

AKURATCO, Salah satu barometer keberhasilan PT Pupuk Indonesia (Persero) adalah sosok bernama Ninis Kesuma Adriani. Wanita yang menjadi sumber inspirasi di lingkungan BUMN, dan sukses menjalankan tugasnya untuk menjaga keseimbangan industri serta ketahanan pangan dalam negeri.

Menjalankan karirnya sebagai Direktur Manajemen Risiko di Pupuk Indonesia, Kartini masa kini ini mengemban tugas untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan produksi pupuk nasional. Sebuah tanggung jawab besar karena hal ini berkaitan dengan sukses tidaknya negara kita mencapai ketahanan pangan nasional.

Riwayat Pendidikan dan Karir

Bicara tentang karir, Ninis Kesuma Adriani melabuhkan pilihannya untuk berkuliah dan lulus sebagai Sarjana Pertanian di Institut Pertanian Bogor tahun 1989. Tak menunggu waktu lama baginya untuk memutuskan lanjut belajar ke luar negeri, dimana dirinya mendapatkan beasiswa pascasarjana dari BRI untuk menuntut ilmu di The State University of New York untuk bidang Finansial dan Pemasaran pada tahun 2000.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Genjot Pertanian Presisi, Dorong Efisiensi Pupuk hingga 30 Persen

Ada jalan berliku sebelum dirinya bergabung dengan Pupuk Indonesia. Namun lini hidup Ninis tampaknya tak pernah jauh dari BUMN. Ya, karir awalnya diwarnai dengan bekerja di Bank Rakyat Indonesia, Pegadaian, serta Permodalan Nasional Madani.

Dari Perbankan ke Industri Pertanian

Jodoh tampaknya takkan kemana. Pertanian menjadi takdir hidup Ninis setelah mendapat kesempatan bergabung bersama Pupuk Indonesia. Dunia yang sama, seperti yang pernah ia pilih saat masih di Perguruan Tinggi.

Bekerja di dunia yang dia pahami, karir Ninis menanjak cepat. Di tahun 2023, ia diangkat menjadi Direktur Manajemen Risiko Pupuk Indonesia. Meski begitu, dirinya mengaku bahwa industri manufaktur yang notabene lebih maskulin adalah tantangan tersendiri baginya.

Baca Juga: Dorong Kemandirian Pangan Nasional, Pupuk Indonesia Luncurkan FertInnovation Challenge 2025

Perbedaan Kultur Kerja sebagai Tantangan

Soal pekerjaan, Ninis mengaku bahwa perbedaan framework yang drastis dalam industri pertanian memberi kesan tersendiri. Baginya, perbedaan lingkup manajemen risiko yang membutuhkan standar yang berbeda dengan industri keuangan adalah sebuah pelajaran baru untuk menemukan keseimbangan yang paling sesuai.

Namun tantangan menjadi jawaban bagi Ninis. Tekadnya tidak kendur walaupun hal-hal baru yang lebih rumit menjadi halangan sehari-hari, terutama karena adanya perbedaan karakteristik manajemen risiko antara perbankan dan industri. Baginya, kunci survive di dunia ini adalah kemauan untuk terus belajar, tak segan berinovasi, serta selalu berpikir kritis.

Kartini Tani

Tak hanya perkuat potensi, Ninis maksimalkan emansipasi pertanian lewat Kartini Tani

Sebagai seorang wanita, emansipasi bukanlah hal yang semu bagi Ninis. Karena itu, dirinya mendorong peran yang lebih besar bagi kaum perempuan, dimana salah satunya adalah program bernama Kartini Tani.

Baca Juga: Terjerat OTT KPK, PT Pupuk Indonesia Memberhentikan Immanuel Ebenezer Sebagai Komisaris

Kartini Tani merupakan gerakan yang dibuat oleh Persatuan Istri Karyawan Pupuk Indonesia (PIKA-PI) dengan tujuan yang difokuskan bagi kaum perempuan, seperti meningkatkan kompetensi di bidang pertanian dan meningkatkan kesejahteraan keluarga serta masyarakat. Lebih dari itu, Kartini Tani juga memiliki tujuan yang lebih luas, yaitu target memperkuat ketahanan pangan, maupun meningkatkan sistem pertanian berkelanjutan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat.

Ninis dan peserta Kartini Tani bersatu padu, berbagi pengalaman dan pengetahuan. Tak lagi berpangku tangan pada satu kaum, kini pria dan wanita memiliki peran yang sama kuat untuk meningkatkan produksi pertanian, sekaligus mendongkrak kesejahteraan dan ketahanan pangan masyarakat Indonesia

Mengapa Kartini Tani harus Dimaksimalkan?

Mengapa Kartini Tani perlu? Hal ini berkaca dari data BPS tahun 2023, di mana jumlah petani perempuan Indonesia saat itu sebanyak 4,2 juta orang, atau sekitar 14,4 persen dari jumlah seluruh pelaku tani Tanah Air yang berjumlah 29,3 juta orang.

Baca Juga: Apresiasi Pahlawan Pangan, Pupuk Indonesia Gelae Svarna Bhumi Award 2025

Dengan jumlah yang besar, kekuatan Kartini Tani perlu ditingkatkan sebaik mungkin sehingga mampu memberi dampak bagi industri pertanian. Inilah yang dilihat oleh Ninis sebagai peluang untuk meningkatkan produksi tani dalam negeri dengan memaksimalkan emansipasi kaum wanita.

Lewat sentuhan tangannya, salah satu perusahaan BUMN terbaik ini terus memberikan hasil nyata. Ragam kesuksesan dan penghargaan pun berhasil diraih bersama Ninis sebagai Direktur Manajemen Risiko di perusahaan yang bertanggung jawab penuh terhadap kelancaran produksi dan pasokan pupuk kepada petani-petani di seluruh negeri. Sangat kayak bila dirinya disebut sebagai Ratu Pupuk Indonesia karena memimpin dengan integritas dan pribadi yang berkualitas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.