Eksplorasi Karim 1 Dimulai, Papua Barat Daya Sambut Peluang Migas Baru

AKURAT.CO Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Petrogas (Basin) Ltd. melakukan tajak sumur eksplorasi Karim 1 di Wilayah Kerja Kepala Burung, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Sumur Karim 1 merupakan sumur eksplorasi yang dibor Petrogas (Basin) Ltd. sebagai bagian dari pemenuhan Komitmen Kerja Pasti Wilayah Kerja Kepala Burung.
Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku, Mardianto menyampaikan bahwa kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Otonomi Khusus di Tanah Papua.
Baca Juga: Cadangan Tembus 228 Juta Barel, TIS Petroleum dan SKK Migas Teken Kontrak Bagi Hasil WK Perkasa
“SKK Migas berharap kegiatan Tajak Sumur Eksplorasi Karim 1 hari ini dapat menjadi bagian upaya bersama memberikan manfaat bagi kepentingan Masyarakat dan mendukung pertumbuhan kesehjahteraan di Tanah Papua,” kata Mardianto dalam keterangannya, Kamis (27/11/2025).
Pengeboran sumur Karim 1 direncanakan akan mencapai kedalaman sekitar 4,300 ft menggunakan Rig 3 Petrogas (Basin) Ltd. yang berkekuatan 750 HP dengan target utama adalah batuan karbonat Formasi Kais.
Diperkirakan pengeboran ini akan memakan waktu sekitar satu setengah bulan dengan tetap mengedepankan aspek Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L).
Di sisi lain, President RH Petrogas Companies in Indonesia, Ferry Hakim menyampaikan, bahwa Sumur Karim 1 memiliki nilai strategis yang tinggi, hasil dari sumur ini akan membuka potensi pengembangan lapangan di sekitarnya.
“Ini merupakan langkah kami untuk mengoptimalkan potensi migas di wilayah Papua Barat Daya dan sebagai upaya memperkuat peluang penemuan cadangan migas baru demi mendukung pencapaian ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Baca Juga: Geruduk SKK Migas, APPMJ Tuntut Pemutusan Kontrak dan Penegakan Hukum terhadap Kalrez Petroleum
Sementara itu, Wakil Bupati Sorong, Ahmad Sutedjo, menyampaikan apresiasinya atas tajak sumur Karim 1 yang dilakukan oleh SKK Migas.
“Kami berharap pengeboran dapat berjalan dengan lancer dan memberikan hasil yang optimal dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sorong Papua,” tutur Ahmad.
Adapun, dalam masa persiapan pelaksanaan pengeboran ini juga telah memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar area pengeboran, salah satunya di bidang infrastruktur.
Akses masyarakat menjadi lebih mudah setelah Petrogas (Basin) Ltd. merenovasi jembatan Klagana, empat jembatan penghubung lainnya, dan akses dari dan menuju kampung di sekitar lokasi sumur.
Selain itu, Petrogas (Basin) Ltd. juga memberi kesempatan bagi para tenaga kerja asal kampung di sekitar lokasi sumur untuk berkontribusi langsung sebagai tenaga kerja tambahan non teknis dalam masa pengeboran ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







