Akurat
Pemprov Sumsel

Dorong Industrialisasi RI, JETRO Hadirkan Japan Paviliun di Manufacturing Indonesia

Hefriday | 3 Desember 2025, 16:37 WIB
Dorong Industrialisasi RI, JETRO Hadirkan Japan Paviliun di Manufacturing Indonesia

AKURAT.CO Upaya Indonesia untuk menggenjot kontribusi sektor manufaktur menuju target 28% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada peringatan 100 tahun kemerdekaan mendapatkan dukungan kuat dari Jepang. 

Dalam pameran akbar Manufacturing Indonesia 2025, Japan External Trade Organization (JETRO) menghadirkan Japan Pavilion sebagai etalase teknologi, layanan industri, dan peluang investasi dari Negeri Sakura.
 
President Director JETRO Jakarta, Hirai Shinji, menjelaskan bahwa Indonesia telah menempatkan sektor manufaktur sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang. Dengan kontribusi yang masih berada di angka 18,3% pada 2022, pemerintah mendorong peningkatan produktivitas, kualitas, dan pemanfaatan bahan baku lokal. 
 
“Untuk mencapai itu, Indonesia membutuhkan investasi teknologi canggih, termasuk yang berasal dari Jepang,” ujarnya di Jakarta, Rabu (3/12/2025). 
 
Menurut Hirai, pameran Manufacturing Indonesia menjadi momentum strategis karena merupakan salah satu ajang industri terbesar di Asia Tenggara. 
 
 
Tahun ini, JETRO menghadirkan Japan Pavilion sebagai ruang presentasi bagi 17 perusahaan, terdiri dari 15 perusahaan Jepang yang telah memiliki basis di Indonesia dan dua perusahaan yang masih menjajaki pasar. 
 
Tujuannya tidak hanya memperluas jaringan penjualan, tetapi juga mendorong peningkatan pengadaan lokal bagi produsen Jepang maupun non-Jepang.
 
Selain mempromosikan perdagangan, Japan Pavilion juga berperan dalam transfer pengetahuan. JETRO ingin mendorong peningkatan kualitas produk manufaktur Indonesia melalui adopsi teknologi Jepang. 
 
“Kami ingin perusahaan di Indonesia memperoleh akses terhadap teknologi mutakhir yang dapat mendukung efisiensi, penghematan energi, hingga penguatan standar lingkungan,” kata Hirai.
 
Keunggulan produk Jepang, lanjutnya, bukan hanya pada kualitas, tetapi juga layanan pascapenjualan yang komprehensif. 
 
Banyak perusahaan Jepang menyediakan solusi terintegrasi mulai dari desain, konstruksi, konsultasi material, hingga maintenance. Hal ini dinilai menjadi pembeda utama yang membuat industri Jepang tetap kompetitif dan dipercaya global.
 
Salah satu peserta Japan Pavilion, PT AQ Business Solution Indonesia, menampilkan teknologi berbasis AI dan IoT untuk mengatasi berbagai persoalan di lini produksi, mulai dari efisiensi biaya hingga peningkatan kualitas. 
 
Mereka juga menawarkan solusi yang mendukung penghematan energi dan target karbon netral. Perusahaan lainnya, PT Daiki Axis Indonesia, mengadakan sesi konsultasi gratis terkait standar baru 2025 untuk pengolahan limbah air dan menawarkan layanan satu pintu bagi kebutuhan manufaktur dan pemeliharaan.
 
Sejak 2024, desain Japan Pavilion diperluas dengan menghadirkan zona untuk Tokyo Metropolitan Small and Medium Enterprise Support Center (Tokyo-SME) dan Osaka Business Development Agency (OBDA). 
 
Pendekatan ini mencerminkan bahwa pavilion tersebut bukan hanya representasi JETRO, tetapi kolaborasi ekosistem industri Jepang secara keseluruhan. Dalam upaya memperkuat identitas Jepang di pameran, JETRO juga memperkenalkan penggunaan logo JETRO–JAPAN di masing-masing stan perusahaan. 
 
Langkah ini telah diadopsi sejumlah perusahaan seperti PT Yamazen Indonesia, PT Asahi Diamond Indonesia, dan PT Sato Label Indonesia. JETRO menargetkan lebih banyak perusahaan yang menggunakan logo ini pada tahun mendatang untuk mempertegas kehadiran Jepang di sektor manufaktur Indonesia.
 
Pameran Manufacturing Indonesia 2024 sendiri mencatat skala yang impresif. Tercatat 37.520 pengunjung dan 1.371 peserta dari 35 negara hadir memadati area seluas lebih dari 37 ribu meter persegi. 
 
Indonesia, China, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Jepang, dan Jerman menjadi negara dengan jumlah peserta terbesar. Adapun kategori produk yang dipamerkan didominasi oleh machine tools, metalworking, otomasi pabrik, hingga logistik industri.
 
Dari sisi pengunjung, mayoritas berasal dari sektor manufaktur (57,8%), distribusi, konsultan, serta importir dan eksportir. Industri otomotif, mesin, konstruksi, elektronik, hingga penelitian dan energi menjadi kelompok pengunjung terbanyak. 
 
Data ini menunjukkan bahwa pameran tersebut telah berkembang menjadi magnet bagi pelaku industri teknis dan pengambil keputusan strategis di kawasan.
 
Melalui Japan Pavilion, Jepang menegaskan komitmennya mendukung percepatan modernisasi manufaktur Indonesia. Hirai menegaskan bahwa JETRO akan terus memperkuat kolaborasi, memperluas dukungan bagi perusahaan Jepang yang beroperasi di Tanah Air, sekaligus berkontribusi pada transformasi industri nasional. 
 
“Kami percaya kemitraan ini akan menjadi bagian penting dari perjalanan Indonesia menuju manufaktur berkelas global,” tukas Hirai.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa