Penumpang KAI Naik 7,6 Persen Selama Nataru 2026, Kebut Ekonomi dan Pariwisata di Daerah
Hefriday | 5 Januari 2026, 15:11 WIB

AKURAT.CO Arus perjalanan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan ekonomi nasional.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama KAI Group melayani 27.256.397 pelanggan sepanjang periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Jumlah tersebut meningkat 7,6% dibandingkan periode Nataru sebelumnya.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin menilai, lonjakan penumpang ini menjadi indikator meningkatnya aktivitas sosial, pariwisata, dan ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
"Kelancaran layanan perkeretaapian selama masa libur akhir tahun berkontribusi langsung terhadap pergerakan wisatawan dan distribusi aktivitas ekonomi," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Transportasi yang terjaga memungkinkan masyarakat menjangkau destinasi wisata dan pusat kegiatan ekonomi dengan lebih mudah. "Di wilayah perkotaan dan aglomerasi, layanan KAI Commuter mencatatkan peran strategis dengan melayani lebih dari 20,6 juta pelanggan," tambahnya.
Mobilitas yang terjaga ini mendukung aktivitas konsumsi masyarakat, khususnya di sektor ritel dan jasa. Pada jalur antarkota, layanan kereta api jarak jauh dan lokal melayani lebih dari 4,17 juta pelanggan. Arus perjalanan tersebut turut menghidupkan sektor perhotelan, kuliner, dan usaha mikro di daerah tujuan.
Konektivitas menuju bandara melalui layanan KAI Bandara juga berperan dalam mendukung pariwisata. Selama periode Nataru, layanan ini melayani 411.955 pelanggan, mempermudah akses wisatawan domestik maupun internasional.
Dari sisi transportasi berbasis rel modern, LRT Jabodebek dan LRT Sumsel melayani lebih dari 1,6 juta pelanggan. Kehadiran moda ini memperkuat ekosistem transportasi perkotaan yang efisien dan berkelanjutan.
Pada segmen wisata berbasis pengalaman, KAI Wisata melalui kereta panoramic dan kereta wisata melayani 24.460 pelanggan. Layanan ini menjadi alternatif perjalanan yang diminati wisatawan selama libur panjang.
Kereta cepat Whoosh yang menghubungkan Jakarta dan Bandung melayani 362.979 pelanggan. Akses cepat tersebut mendorong peningkatan kunjungan wisata ke kawasan Bandung dan sekitarnya.
Di luar Pulau Jawa, KA Makassar–Parepare melayani 23.252 pelanggan. Layanan ini menunjukkan peran strategis kereta api dalam membuka akses dan memperlancar mobilitas wisata regional di Sulawesi Selatan.
Bobby menegaskan bahwa keberhasilan angkutan Nataru tidak hanya diukur dari jumlah penumpang, tetapi juga dari dampaknya terhadap perekonomian daerah. Perjalanan yang lancar membantu menggerakkan usaha lokal dan memperkuat konektivitas antardaerah.
KAI akan terus memperkuat integrasi layanan penumpang, angkutan barang, serta pemanfaatan teknologi. Langkah ini diarahkan untuk menghadirkan sistem transportasi yang efisien, mudah diakses, dan memberi manfaat luas bagi perekonomian nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









