Akurat
Pemprov Sumsel

UK–Indonesia Business Investment Forum Jaring Peluang Bisnis dan Investasi

Hefriday | 24 Januari 2026, 23:36 WIB
UK–Indonesia Business Investment Forum Jaring Peluang Bisnis dan Investasi

AKURAT.CO British Chamber of Commerce (BritCham) Indonesia bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat hubungan ekonomi bilateral Inggris–Indonesia melalui penyelenggaraan UK–Indonesia Business Investment Forum di London. 

Forum bisnis dan investasi ini menjadi momentum strategis bagi dunia usaha kedua negara untuk memperdalam kolaborasi, sejalan dengan implementasi UK–Indonesia Strategic Partnership (SP) dan Economic Growth Partnership (EGP).
 
Forum yang digelar di Lancaster House, London, menghadirkan dialog langsung antara pelaku usaha dan pembuat kebijakan. Kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta Wakil Perdana Menteri Inggris David Lammy menegaskan kuatnya peran sektor swasta dalam menopang pertumbuhan ekonomi dan investasi lintas negara. 
 
 
Bagi pelaku usaha, forum ini tidak hanya membuka akses jejaring, tetapi juga memberikan kejelasan arah kebijakan investasi, regulasi, serta peluang konkret di sektor-sektor prioritas.

Dialog Strategis Bisnis Inggris–Indonesia di Tingkat Tinggi

Forum ini dipimpin oleh Donny Donosepoetro OBE, Ketua Dewan Penasihat BritCham Indonesia sekaligus CEO Standard Chartered Indonesia, dan diikuti oleh perusahaan-perusahaan anggota BritCham Indonesia. 
 
Sejumlah korporasi global asal Inggris turut ambil bagian, antara lain Standard Chartered, HSBC, bp, Babcock, Airbus, Mott MacDonald, Arup, dan GE Vernova, serta perwakilan dari Ellips, Thales UK, dan BAE Systems.
 
Keterlibatan lintas sektor tersebut mencerminkan luasnya spektrum kerja sama yang dijajaki, mulai dari energi dan ketenagalistrikan, energi terbarukan, kedirgantaraan dan pertahanan, infrastruktur, hingga manufaktur berteknologi tinggi.

Keterlibatan Konglomerasi Nasional dan Kadin Indonesia

Dari sisi Indonesia, komunitas bisnis diwakili oleh Kadin Indonesia bersama sejumlah perusahaan nasional besar seperti Danantara, Bumi Resources, Medco, Emtek, APINDO, Lippo Group, Sampoerna, Djarum, dan Sinarmas. Partisipasi ini menegaskan keseriusan pelaku usaha Tanah Air dalam memperluas kemitraan global, khususnya dengan Inggris sebagai mitra strategis.

Presiden Prabowo Buka Dialog Interaktif dengan Dunia Usaha

Presiden Prabowo Subianto, didampingi jajaran Kabinet Merah Putih, membuka sesi dialog interaktif dengan para pelaku usaha. Dalam sesi tersebut, Presiden secara langsung menjawab berbagai pertanyaan terkait prospek investasi, prioritas regulasi, serta isu sektoral yang menjadi perhatian investor.
 
Forum ini juga menjadi ruang bagi dunia usaha untuk menyampaikan masukan praktis kepada pembuat kebijakan, sekaligus menyoroti peluang nyata di bidang perdagangan, pengembangan industri, teknologi, dan investasi jangka panjang. Indonesia kembali ditegaskan sebagai destinasi investasi global yang kompetitif di tengah dinamika ekonomi dunia.

BritCham–Kadin Tegaskan Kepercayaan Investor Inggris

Ketua Dewan Penasihat BritCham Indonesia, Donny Donosepoetro OBE, menilai forum ini mencerminkan tingginya kepercayaan pelaku usaha Inggris terhadap perekonomian Indonesia.
 
“Pernyataan Bersama antara BritCham dan Kadin Indonesia untuk mendukung implementasi Economic Growth Partnership (EGP) dan pembentukan perdana UK–Indonesia High-Level Business Council mencerminkan kuatnya kepercayaan Inggris terhadap perekonomian Indonesia serta tingginya minat pelaku usaha Inggris untuk memperdalam hubungan mereka dengan Indonesia,” ujar Donny dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (24/1/2026).
 
Dirinya menambahkan, forum yang berlangsung di Lancaster House berjalan lancar dan menghasilkan diskusi yang terbuka serta konstruktif.
 
“BritCham Indonesia sangat bangga berkesempatan memimpin jalannya forum ini guna mendukung penguatan kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara,” lanjutnya.

Pernyataan Bersama dan Pembentukan High-Level Business Council

Sehari sebelum forum, pada 19 Januari 2026, BritCham Indonesia dan Kadin Indonesia menandatangani Pernyataan Bersama sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi UK–Indonesia Strategic Partnership dan Economic Growth Partnership.
 
Ketua BritCham Indonesia, Ian Betts, menyampaikan bahwa kemitraan ini menjadi sinyal positif bagi iklim usaha kedua negara.
 
“BritCham Indonesia menyambut baik peluncuran UK–Indonesia Economic Growth Partnership, yang memperkuat kerangka kerja sama di bidang perdagangan, investasi, dan regulasi antara kedua negara. Kemitraan ini menjadi sinyal kuat atas komitmen bersama untuk menciptakan iklim usaha yang transparan, stabil, dan kondusif bagi investasi jangka panjang di Inggris dan Indonesia," kata Ian.

Kadin: Momentum Harus Diterjemahkan ke Kerja Sama Konkret

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menekankan pentingnya menindaklanjuti kemitraan strategis ini dengan kolaborasi nyata.
 
“Kadin Indonesia menyambut hangat penandatanganan UK–Indonesia Strategic Partnership yang memperkuat landasan kerja sama perdagangan, investasi, dan inovasi. Kami menantikan kolaborasi yang erat dengan BritCham dan para pemangku kepentingan Inggris untuk menerjemahkan momentum ini menjadi kerja sama konkret yang mendukung agenda pertumbuhan Indonesia," ujar Anindya.

Nilai Perdagangan dan Investasi Terus Meningkat

Kedua kamar dagang juga menyoroti potensi besar hubungan ekonomi bilateral. Nilai perdagangan UK–Indonesia mencapai USD2,78 miliar pada 2024 dan menunjukkan tren peningkatan sejak 2020. Sementara itu, realisasi investasi Inggris di Indonesia tercatat sebesar USD402,6 juta hingga kuartal III-2025.
 
Dalam Pernyataan Bersama tersebut, BritCham Indonesia dan Kadin Indonesia sepakat membentuk UK–Indonesia High-Level Business Council sebagai forum dialog strategis tingkat tinggi. Dewan ini diharapkan dapat menyusun rekomendasi terkoordinasi dari sektor swasta kepada kedua pemerintah, khususnya di sektor-sektor prioritas.

Economic Growth Partnership Dorong Investasi Dua Arah

Economic Growth Partnership ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mewakili Pemerintah Indonesia dan Menteri Bisnis dan Perdagangan Inggris Peter Kyle. Kemitraan ini berfokus pada penguatan kerja sama di sektor energi bersih, ekonomi digital, infrastruktur dan transportasi, pendidikan, serta kesehatan.
 
EGP dirancang untuk mengurangi hambatan akses pasar, meningkatkan ekspor, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat investasi dua arah antara Inggris dan Indonesia. 
 
Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste HMA Dominic Jermey CVO OBE serta Duta Besar Indonesia untuk Inggris H.E. Desra Percaya.

Indonesia–Inggris Perkuat Arah Pertumbuhan Jangka Panjang

BritCham Indonesia dan Kadin Indonesia menegaskan kembali dukungan penuh terhadap implementasi UK–Indonesia Strategic Partnership dan Economic Growth Partnership. Keduanya siap terus bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan Inggris guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, tangguh, dan saling menguntungkan.
 
Bagi pelaku usaha dan investor, kolaborasi ini membuka peluang baru dalam lanskap ekonomi global yang semakin kompetitif sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis Inggris di kawasan Asia Tenggara.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa