Bahlil Minta Inpex Percepat Blok Masela, Target Produksi Dimajukan ke 2029

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong Inpex Corporation untuk mempercepat pengembangan Proyek Lapangan Abadi di Blok Masela.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Inpex sebelumnya menyampaikan target produksi pada 2030. Namun, ia meminta agar jadwal tersebut dimajukan menjadi 2029.
“Tahun ini sudah mulai tender dan produksinya Insya Allah dia (Inpex) bilang 2030, saya bilang enggak. 2030 sudah Pilpres, kau bikin 2029. Aku enggak mau tahu, kau bikin 2029,” kata Bahlil dalam Kuliah Umum Media Indonesia, Kamis (12/2/2026).
Bahlil menambahkan, konstruksi proyek telah dimulai sejak 2025 dan saat ini proses tender tengah berjalan. Berdasarkan laporan SKK Migas, total investasi proyek ini mencapai sekitar USD18 miliar dan masuk dalam kategori proyek migas raksasa (giant discovery).
Baca Juga: INPEX Rampungkan Studi CCS Masela, Proyek Abadi Siap Masuk Tahap FEED
“Nah kemarin sudah dibangun konstruksinya 2025 sekarang sudah mulai tender. Kemarin SKK Migas sudah laporkan ke saya total investasinya 18 billion US Dollar. Nah ini salah satu giant. Salah satu giant ini Blok Masela,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, INPEX Masela, Ltd. (INPEX) dan SKK Migas bekerja sama dengan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung (LAPI ITB) telah merampungkan serangkaian studi teknis terkait Carbon Capture Storage (CCS) di Proyek Lapangan Gas Abadi di Blok Masela.
Studi ini merupakan komitmen Proyek Abadi menuju Net Zero Emission serta upaya peningkatan daya saing proyek (project competitiveness) di tingkat global. Komponen CCS dirancang untuk menangkap dan menyimpan CO2 dari hasil produksi gas sehingga mendukung target dekarbonisasi sektor energi nasional.
Deputi Eksploitasi SKK Migas, Taufan Marhaendrajana mengatakan studi ini merupakan salah satu tahap krusial dalam memastikan rancangan teknis yang selaras dengan aspek lingkungan serta memberikan dukungan terhadap tahapan proyek selanjutnya.
“Studi ini menjadi dasar penting dalam merancang teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon yang sesuai dengan kondisi geologi wilayah Maluku,” kata Taufan dalam keterangannya, Minggu (26/10/2025) malam.
Lebih lanjut, Taufan menambahkan dengan selesainya studi bersama ini, INPEX telah mengimplementasikan teknologi CCS dari sisi subsurface (bawah permukaan) dan melanjutkan proyek ke tahap Front End Engineering Design (FEED).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






