Investasi Rp1,19 Triliun, KEK ETKI Siap Genjot RS Internasional di Tahun 2026

AKURAT.CO Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten atau D-HUB Special Economic Zone memfokuskan pengembangan sektor kesehatan dan pendidikan pada 2026.
Seluruh tenant Biomedical Campus ditargetkan mulai beroperasi tahun ini, disertai penjajakan kerja sama dengan rumah sakit internasional dan universitas asing.
Kepala Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK ETKI Banten, Lindawaty, menyatakan sektor kesehatan diprioritaskan karena memiliki manfaat fiskal dan daya tarik investasi paling optimal.
Baca Juga: Mengenal Kawasan Ekonomi Khusus, Motor Penggerak Investasi dan Pemerataan Pembangunan Nasional
“Untuk tahun ini sektor yang masih kita coba fokuskan adalah sektor kesehatan, mengingat sektor kesehatan secara benefit memang paling maksimal diberikan oleh pemerintah. Kami berharap seluruh tenant di gedung Biomedical Campus sudah bisa open dan beroperasi. Di samping itu, kami masih berdiskusi dengan beberapa mitra untuk rumah sakit internasional,” ujar Lindawaty dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Selain kesehatan, KEK ETKI juga menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait rencana menghadirkan 10 universitas asing ke Indonesia usai kunjungan kerja ke Inggris pada Januari lalu.
“Kami sedang menindaklanjuti arahan Pak Presiden agar pemerintah bisa membawa 10 universitas asing ke Indonesia. Salah satu lokasi yang paling cocok memang di KEK, karena kemudahan dan insentifnya sangat mendukung,” kata Lindawaty.
Sebagai informasi, KEK ETKI Banten diresmikan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2024 pada 7 Oktober 2024 dan menjadi satu-satunya KEK di wilayah Jabodetabek.
Kawasan ini berada di BSD City dengan lahan seluas 60 hektare.
Sepanjang 2025, realisasi investasi tercatat sebesar Rp1,19 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 830 orang.
Baca Juga: Apa Itu Kawasan Ekonomi Khusus? Pengertian, Tujuan, dan Sebarannya
Dalam rencana induk, nilai investasi ditargetkan mencapai Rp18,8 triliun dalam 20 tahun ke depan.
“Secara investasi kita sudah mengumpulkan Rp1,19 triliun dan menyerap 830 tenaga kerja pada 2025. Target jangka panjang KEK mencapai Rp18,8 triliun dalam 20 tahun,” ujar Lindawaty.
Secara nasional, berdasarkan data Dewan Nasional KEK, total realisasi investasi seluruh KEK di Indonesia hingga 2024 telah melampaui ratusan triliun rupiah dengan ratusan ribu tenaga kerja terserap. KEK ETKI diproyeksikan menjadi motor baru sektor jasa bernilai tambah tinggi di kawasan metropolitan.
Devisa Kesehatan Mengalir ke Luar Negeri
Fokus pada sektor kesehatan bukan tanpa alasan. Data menunjukkan lebih dari dua juta warga Indonesia berobat ke luar negeri setiap tahun dengan total pengeluaran sekitar USD11,5 miliar per tahun. Sekitar 75% berasal dari kelompok menengah ke atas.
Arus devisa keluar tersebut menunjukkan adanya kesenjangan layanan kesehatan berstandar internasional di dalam negeri. Pemerintah mendorong penguatan fasilitas kesehatan kelas dunia melalui skema KEK agar investasi rumah sakit global masuk ke Indonesia dan mengurangi ketergantungan layanan luar negeri.
Dengan populasi sekitar 280 juta jiwa dan 70% berada pada usia produktif, Indonesia dinilai memiliki basis permintaan yang besar untuk layanan kesehatan premium, pendidikan internasional, serta industri berbasis teknologi.
Insentif dan Keunggulan Lokasi
KEK ETKI Banten menawarkan berbagai insentif fiskal dan non-fiskal. Dari sisi fiskal, tersedia tax holiday atau tax allowance, pembebasan PPN, pajak barang mewah, bea masuk, dan cukai. Dari sisi non-fiskal, tersedia kemudahan perizinan, fasilitas imigrasi, kemudahan lalu lintas barang dan tenaga kerja, hingga dukungan tata ruang terintegrasi.
Berlokasi sekitar 30 menit dari Jakarta dan Bandara Soekarno-Hatta, kawasan ini diproyeksikan menciptakan hingga 13.000 lapangan kerja baru dan menjangkau lebih dari 32 juta penduduk Jabodetabek.
Secara historis, KEK di Indonesia sebelumnya lebih banyak berorientasi pada manufaktur, logistik, dan pariwisata. KEK ETKI menjadi kawasan yang secara spesifik diarahkan untuk pendidikan, teknologi digital, kesehatan, dan ekonomi kreatif, sektor yang berbasis pengetahuan dan layanan bernilai tambah tinggi.
Bagi publik, keberadaan rumah sakit internasional dan universitas asing di dalam negeri berpotensi menekan biaya pengobatan dan pendidikan ke luar negeri. Jika arus devisa sebesar USD11,5 miliar per tahun dapat ditekan sebagian saja, dampaknya signifikan terhadap neraca jasa Indonesia.
Bagi pelaku usaha, skema insentif dan kepastian regulasi di KEK memberikan kepastian investasi jangka panjang. Sektor kesehatan dan pendidikan juga dikenal relatif defensif terhadap siklus ekonomi, sehingga menarik bagi investor institusi.
Namun, realisasi target 10 universitas asing dan masuknya rumah sakit internasional masih bergantung pada kesiapan regulasi teknis, kerja sama lintas kementerian, serta daya tarik pasar domestik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











