Akurat
Pemprov Sumsel

Jelang Lebaran 2026, Pemerintah Salurkan 242 Ribu Ton Jagung Pakan

Esha Tri Wahyuni | 1 Maret 2026, 14:43 WIB
Jelang Lebaran 2026, Pemerintah Salurkan 242 Ribu Ton Jagung Pakan
ilustrasi jagung pakan

AKURAT.CO Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan akan menyalurkan 242 ribu ton jagung pakan pada Maret 2026 melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Langkah ini diambil untuk menahan lonjakan harga telur ayam dan daging ayam ras menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa menyatakan, penyaluran akan dilakukan setelah proses sinkronisasi data penerima selesai.

Baca Juga: Nakal! Bapanas Minta Satgas Telusuri MinyaKita Dijual di Atas HET

“Mudah-mudahan di bulan Maret, kalau datanya sudah lengkap, kita akan gelontorkan SPHP jagung pakannya,” ujar Ketut dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (1/3/2026).

Untuk 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp678 miliar. Dengan dana tersebut, target distribusi mencapai 242 ribu ton jagung pakan.

Jumlah ini melonjak 372,6% dibandingkan realisasi 2025 yang tercatat 51,2 ribu ton dan disalurkan kepada 3.578 peternak ayam ras petelur di 17 provinsi.

Menurut Ketut, penerima program akan ditentukan melalui verifikasi bersama antara Bapanas, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian.

“SPHP jagung sudah dibahas peruntukannya. Nanti penerimanya kita data. Kita sedang sinkronkan dulu. Kita kumpulkan,” katanya.

Baca Juga: Beras SPHP di NTB Dioplos, Bapanas Perketat Pengawasan Distribusi

Sebagai operator pelaksana, Perum Bulog diminta tidak menyalurkan jagung subsidi ke daerah yang sedang panen raya guna menjaga harga di tingkat petani.

Jagung merupakan komponen utama pakan unggas di Indonesia. Kenaikan harga jagung langsung memengaruhi biaya produksi telur dan ayam ras.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan harga daging ayam ras hingga minggu ketiga Februari 2026 mencapai Rp40.789 per kilogram, tertinggi dalam satu tahun terakhir.

Momentum Maret 2026 juga bertepatan dengan bulan Ramadhan dan Idul Fitri, periode di mana permintaan telur dan daging ayam secara historis meningkat signifikan.

Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sebelumnya menegaskan telur dan daging ayam ras termasuk komoditas pangan strategis yang telah swasembada.

“Tidak boleh ada fluktuasi harga yang berlebihan, terutama di momentum puasa Ramadhan hingga Lebaran,” ujar Amran dalam keterangan sebelumnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.