Anggaran Riset Rp12 Triliun Dukung Hilirisasi dan Swasembada Energi, Kemendiktisaintek Kerja Sama dengan MIND ID

AKURAT.CO Penguatan agenda hilirisasi dan swasembada energi nasional kini mendapat dukungan arsitektur riset berbasis problem statement yang disiapkan pemerintah.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) membuka ruang kolaborasi strategis dengan Dewan Energi Nasional (DEN) serta pelaku industri, dengan menempatkan MIND ID sebagai salah satu mitra kunci. Langkah ini diakselerasi untuk memastikan kebijakan energi nasional melainkan dibangun di atas fondasi ilmiah yang kokoh dan aplikatif.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek, Fauzan Aziman, menegaskan bahwa riset nasional tidak lagi disusun sekadar berbasis topik, tetapi diarahkan untuk menjawab tantangan nyata industri dan kebutuhan strategis negara.
Baca Juga: Bos Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Saat Lebaran 2026
“Kami ingin penelitian berbasis pemecahan masalah. Problem statement itu tidak hanya datang dari kampus, tetapi juga dari industri, BUMN, dan Dewan Energi Nasional. Apa yang menjadi perhatian DEN dan industri seperti MIND ID, itulah yang kami dorong menjadi fokus penelitian,” ujar Fauzan dalam sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 di Jakarta baru-baru ini.
Peningkatan Anggaran dan Penguasaan Teknologi
Perubahan arsitektur riset tersebut diperkuat dengan peningkatan anggaran riset nasional dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun pada 2025.
Kenaikan 50% tersebut diarahkan untuk mempercepat penguasaan teknologi khususnya di sektor strategis, termasuk hilirisasi mineral dan ketahanan energi.
Fauzan menegaskan, tanpa penguasaan teknologi, Indonesia akan terus berada pada posisi eksportir bahan mentah dan bergantung pada teknologi impor.
“Presiden melihat kunci utama industri mineral dan energi adalah penguatan teknologi. Karena itu, kami menyiapkan program kerja sama industri dan siap bersinergi dengan MIND ID,” ujarnya.
Peran Strategis MIND ID dalam Ekosistem Hilirisasi
Fauzan menilai posisi MIND ID memegang peran penting dalam orkestrasi tersebut karena mengonsolidasikan sejumlah entitas utama, seperti PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium, PT Timah Tbk, dan PT Vale Indonesia Tbk.
Peran tersebut menjadikan MIND ID sebagai jangkar dalam pengamanan pasokan energi sekaligus penguatan ekosistem hilirisasi nasional.
“Peran MIND ID sangat krusial. Kapasitas teknologi dan kemampuan adaptasi industri terhadap disrupsi akan menentukan keberhasilan hilirisasi dan ketahanan energi,” kata Fauzan.
Selain riset teknologi, pemerintah juga menyiapkan integrasi riset dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) agar adaptif terhadap disrupsi teknologi global.
“Pengembangan SDM di bidang strategis harus berjalan beriringan dengan penguatan teknologi. Teknologi dan manusianya harus dibangun secara bersamaan. Itu yang bisa kita sinergikan antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan MIND ID,” tandasnya.
Melalui pendekatan berbasis kebutuhan industri ini, pemerintah berharap hilirisasi mineral dan pengembangan energi nasional tidak hanya ditopang oleh investasi fisik, tetapi juga diperkuat riset dan penguasaan teknologi dalam negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








