Akurat
Pemprov Sumsel

Kementerian ESDM Siapkan Switching Impor LPG Imbas Konflik Timur Tengah

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 4 Maret 2026, 13:18 WIB
Kementerian ESDM Siapkan Switching Impor LPG Imbas Konflik Timur Tengah
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan tengah menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga pasokan liquefied petroleum gas (LPG) nasional di tengah ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menjelaskan, kebutuhan impor LPG Indonesia saat ini mencapai 7,3 juta ton per tahun dan pada tahun ini meningkat menjadi sekitar 7,8 juta ton.

Dari total tersebut, sekitar 70% dipasok dari Amerika Serikat, sementara 30% sisanya berasal dari kawasan Timur Tengah, termasuk dari Saudi Aramco.

Baca Juga: Komisi XII DPR Terus Koordinasi dengan Kementerian ESDM dan Pertamina Pastikan Stok BBM Aman

“Kita tahu bahwa dari informasi, dinamika ketegangan di Timur Tengah juga terkait dengan Saudi Aramco, itu juga kena kemarin dinamika di sana,” kata Bahlil di Kementerian ESDM dikutip, Rabu (4/3/2026).

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah menyiapkan skema pengalihan (switching) sebagian impor LPG dari kawasan yang berpotensi terdampak konflik ke negara lain yang tidak memiliki keterkaitan dengan jalur distribusi melalui Selat Hormuz.

“Maka alternatifnya adalah kita switch lagi, supaya kita tidak mengambil risiko, sebagiannya kita switch lagi untuk kita belanja di negara yang tidak ada kaitannya dengan Selat Hormuz,” tambah Bahlil.

Sebelumnya, untuk menghadapi ketidakpastian geopolitik di kawasan timur tengah, pemerintah memilih skenario terburuk sebagai langkah antisipasi menjaga pasokan energi.

Baca Juga: Kementerian ESDM Tetapkan HBA Periode Pertama Maret 2026, Batu Bara Kalori Tinggi Alami Penurunan

Bahlil mengakui, berdasarkan kajian dan komunikasi dengan berbagai negara, sulit memprediksi kapan ketegangan di kawasan tersebut akan mereda.

Sebagai langkah strategis, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan sebagian impor crude dari Timur Tengah ke Amerika Serikat guna memastikan kepastian pasokan dalam negeri.

“Skenarionya adalah sekarang ini untuk crude yang kita ambil dari Middle East, sebagian kita alihkan untuk ambil di Amerika. Supaya apa? Ada kepastian ketersediaan crude kita,” tuturnya.

Sementara itu, Bahlil menambahkan untuk impor bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin seperti RON 90, 92, 95, dan 98, pemerintah memastikan pasokan relatif aman karena tidak bergantung pada kawasan Timur Tengah.

“Tapi kita lakukan dari negara-negara di luar Middle East, termasuk di dalamnya adalah Asia Tenggara. Jadi ini relatif enggak ada masalah,” ujar Bahlil.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.