Akurat
Pemprov Sumsel

Ekspor 2.280 Ton Beras Haji 2026 Jadi Strategi Baru Bulog Perkuat Diplomasi Pangan

Esha Tri Wahyuni | 4 Maret 2026, 20:30 WIB
Ekspor 2.280 Ton Beras Haji 2026 Jadi Strategi Baru Bulog Perkuat Diplomasi Pangan
Ilustrasi beras haji

AKURAT.CO Ekspor 2.280 ton beras premium untuk jamaah haji 2026 menjadi babak baru dalam peta swasembada pangan nasional. Pemerintah melalui Perum Bulog resmi melepas pengiriman beras ke Arab Saudi sebagai pasokan konsumsi jamaah haji Indonesia di Mekkah dan Madinah.

Langkah ini bukan sekadar aktivitas ekspor beras, melainkan strategi diplomasi pangan Indonesia yang menunjukkan kapasitas produksi nasional sudah melampaui kebutuhan dalam negeri. 

Di tengah isu ketahanan pangan global dan volatilitas harga komoditas, ekspor beras premium ini menjadi sinyal kuat bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman dan terkendali.

Baca Juga: Bulog Kirim Beras Haji Perdana 2.280 Ton ke Jeddah

Ekspor Beras untuk Jamaah Haji 2026 Jadi Tonggak Sejarah Baru

Pelepasan ekspor dilakukan di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, dan dihadiri sejumlah pejabat lintas kementerian. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan capaian ini menjadi bukti nyata peningkatan kelas swasembada beras Indonesia.

“Berkat kerja keras seluruh pihak, Indonesia bukan hanya mampu mencapai swasembada beras pada 2025, tetapi hari ini juga siap mengekspor beras CBP kualitas premium untuk melayani kebutuhan jamaah haji Indonesia,” ujar Amran di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Ekspor ini menjadi momen historis karena untuk pertama kalinya beras hasil panen petani Indonesia dikirim secara khusus untuk konsumsi jamaah haji di Tanah Suci. Artinya, transformasi dari negara importir menjadi eksportir beras premium semakin konkret.

Standar Ekspor Internasional & Sertifikasi Halal

Sebanyak 2.280 ton beras premium dikirim secara bertahap untuk musim haji 2026. Produk yang diekspor merupakan hasil pengadaan gabah segar petani dalam negeri yang diproses melalui Rice Milling Unit (RMU) modern berstandar tinggi.

Beras tersebut memiliki kadar air terjaga, tingkat pecahan maksimal 5%, telah melalui uji laboratorium, memenuhi standar ekspor internasional, serta tersertifikasi halal. Kualitas ini menjadi syarat utama agar dapat digunakan di dapur penyedia konsumsi jamaah haji Indonesia.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan ekspor tersebut memiliki makna strategis bagi bangsa.

“Negara tak hanya berhasil mencapai swasembada beras, tetapi hari ini kita membuktikan mampu melakukan ekspor beras untuk memasok kebutuhan jemaah haji dengan produk terbaik hasil panen petani Indonesia. Ini adalah simbol harga diri dan kebanggaan nasional,” tegas Rizal.

Dukungan Arab Saudi & Jaminan Stok Dalam Negeri Aman

Ekspor ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Seluruh dapur penyedia konsumsi jamaah haji Indonesia di Mekkah dan Madinah diwajibkan menggunakan Beras Bulog Befood Nusantara pada musim haji 2026.

Meski demikian, Bulog memastikan ekspor tidak akan mengganggu pasokan domestik. Stok Cadangan Beras Pemerintah disebut berada dalam kondisi aman dan terkendali, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Pernyataan ini penting untuk meredam kekhawatiran publik terkait potensi kenaikan harga beras di dalam negeri akibat ekspor.

Dari Swasembada Menuju Daya Saing Global

Momentum ekspor beras untuk jamaah haji 2026 memperlihatkan pergeseran strategi pangan nasional. Jika sebelumnya fokus pada stabilisasi harga dan ketersediaan, kini Indonesia mulai menegaskan posisi sebagai produsen beras kompetitif di pasar global.

Rizal menambahkan, ekspor ini sekaligus memperkuat diplomasi pangan Indonesia di tingkat internasional. “Produk pangan nasional memiliki daya saing, kualitas, dan kepercayaan global,” ujarnya.

Turut hadir dalam pelepasan ekspor antara lain Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.