Produksi Sumur Banyu Urip A07 Melonjak 7.500 Barel per Hari

AKURAT.CO Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) mencatat keberhasilan signifikan dalam pelaksanaan kegiatan Perawatan Sumur (Well Services/WS) pada Sumur Banyu Urip A07 melalui program Water Shut-Off (WSO).
Keberhasilan ini mampu meningkatkan produksi minyak secara signifikan sekaligus menghadirkan efisiensi waktu dan biaya operasional.
Produksi minyak Sumur Banyu Urip A07 melonjak dari 4.800 barel minyak per hari (BOPD) menjadi 12.300 BOPD, atau meningkat sebesar 7.500 BOPD jauh melampaui target awal sebesar 1.000 BOPD. Tambahan produksi ini memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan lifting minyak nasional.
Baca Juga: Bahlil Bakal Perpanjangan Kontrak ExxonMobil hingga 2055, Investasi Hingga Rp168 Triliun
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa intervensi teknologi yang tepat dapat memberikan peningkatan produksi yang signifikan dalam waktu relatif singkat.
“Ini adalah bukti bahwa optimalisasi sumur eksisting dapat secara langsung mendorong peningkatan lifting minyak nasional,” kata Djoko dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).
Djoko menambahkan bahwa efisiensi menjadi nilai tambah penting dalam program ini. Selain meningkatkan produksi, kegiatan ini juga menunjukkan efisiensi biaya dan waktu.
“Praktik baik seperti ini perlu direplikasi di lapangan lain untuk mempercepat pencapaian target lifting nasional serta memperkuat ketersediaan energi,” tambahnya.
Baca Juga: Chandra Asri Akuisisi Jaringan SPBU Esso ExxonMobil di Singapura
Secara operasional, seluruh pekerjaan dilakukan tanpa menggunakan rig (rigless operation) dengan memanfaatkan unit wireline, sehingga pelaksanaan menjadi lebih cepat dan ekonomis.
Dari sisi anggaran, realisasi biaya tercatat sekitar57 persen dari total anggaran yang telah disetujui, mencerminkan pengelolaan program yang efektif dan efisien.
Keberhasilan Well Services Sumur Banyu Urip A07 ini menegaskan bahwa strategi optimalisasi sumur eksisting merupakan langkah konkret dan cost-effective dalam menjaga momentum peningkatan lifting minyak nasional.
Keberhasilan ini akan menjadi pembelajaran bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang lain utntuk dapat menerapkan teknologi secara tepat dalam upaya peningkatan produksinya.
Dengan inovasi teknologi yang tepat, sektor hulu migas mampu menghadirkan tambahan produksi secara berkelanjutan demi memperkuat ketahanan dan ketersediaan energi Indonesia
Adapun, Lapangan Banyu Urip selama ini dikenal sebagai tulang punggung produksi minyak nasional. Oleh karena itu, setiap tambahan barel yang dihasilkan dari lapangan ini memiliki dampak strategis dalam menjaga stabilitas pasokan dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Program WSO dilaksanakan untuk menghentikan aliran air yang tidak diinginkan dari zona bawah sumur sehingga sumurdapat menghasilkan proporsi minyak yang lebih tinggi dan mengoptimalkan potensi produksinya.
Metode yang diterapkan meliputi pemasangan bridge plug, re-perforation, serta stimulasi acidizing. Pendekatan teknologi ini terbukti efektif dalam mengoptimalkan potensi sumur eksisting tanpa perlu pengeboran baru, sehingga tambahan produksi dapat diperoleh lebih cepat dan lebih hemat biaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









