Tiktok Shop Dongkrak Belanja Online, Transaksi UMKM Naik hingga 7 Kali Saat Ramadan

AKURAT.CO Kampanye Ramadan Ekstra Seru 2026 yang digelar TikTok bersama Tokopedia dan TikTok Shop memicu lonjakan aktivitas digital dan transaksi pada awal bulan puasa.
Dalam satu minggu pertama Ramadan 2026, hampir 13 juta video pendek dibuat oleh kreator dan penjual di TikTok, sementara fitur LIVE shopping ditonton lebih dari 3,4 juta kali.
Communications Senior Lead Tokopedia & TikTok Shop Indonesia, Antonia Adega, mengatakan lonjakan aktivitas tersebut menunjukkan kuatnya peran platform digital dalam memengaruhi perilaku belanja masyarakat selama Ramadan.
Baca Juga: Sambut Ramadan, UMKM Simak 5 Tips Jitu Dorong Penjualan di Tokopedia dan TikTok Shop
“Kekuatan penemuan TikTok memengaruhi tren perdagangan di Tokopedia dan TikTok Shop. Pada awal Ramadan 2026, LIVE shopping ditonton lebih dari 3,4 juta kali, mendorong produk seperti gamis, mukena, kopi, ponsel, dan kemeja menjadi yang terlaris,” kata Antonia di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Data platform menunjukkan lonjakan konten pada awal Ramadan tahun ini bahkan sudah melampaui setengah dari total video yang dibuat selama Ramadan tahun sebelumnya. Pada Ramadan 2025, lebih dari 21,9 juta video diunggah oleh komunitas TikTok Indonesia.
Communications Lead TikTok Indonesia, Edwin Lengkei, menyebut Ramadan menjadi salah satu periode dengan tingkat partisipasi komunitas paling tinggi di platform tersebut.
“Ramadan selalu menjadi momen istimewa di TikTok. Tahun lalu, lebih dari 21,9 juta video diunggah selama Ramadan, mencerminkan tingginya partisipasi komunitas. Kekuatan penemuan di TikTok juga membantu pelaku usaha, termasuk UMKM, lebih mudah ditemukan calon pembeli di era discovery e-commerce,” ujar Edwin.
Ramadan Dorong Aktivitas Ekonomi Digital
Lonjakan aktivitas tersebut sejalan dengan tren konsumsi masyarakat selama Ramadan yang secara historis menjadi salah satu pendorong ekonomi domestik.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal I 2025 tumbuh 4,87% secara tahunan, dengan konsumsi rumah tangga selama Ramadan dan Idulfitri menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan.
Momentum ini dimanfaatkan berbagai platform digital untuk meningkatkan aktivitas perdagangan online, terutama pada sektor fesyen muslim, makanan-minuman, dan produk kebutuhan Ramadan.
Data internal TikTok juga menunjukkan bahwa penggunaan tagar #Ramadan dan #Ramadhan meningkat 30% pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, sekitar 68% pengguna TikTok di Indonesia menjadikan platform tersebut sebagai titik awal perjalanan Ramadan mereka, mulai dari mencari inspirasi menu berbuka hingga rekomendasi belanja kebutuhan Lebaran.
Transaksi UMKM Naik Signifikan
Integrasi ekosistem TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop juga dilaporkan mendorong pertumbuhan transaksi bagi pelaku usaha lokal.
Salah satu UMKM yang merasakan dampak tersebut adalah Mukena Wisanggeni, brand fesyen muslim yang mulai berjualan sejak 2013 dan kini memanfaatkan konten digital, kampanye platform, serta program affiliate.
Founder Mukena Wisanggeni, Nila Wulandari, mengatakan penjualan meningkat signifikan pada Ramadan tahun ini.
“Sebagai pelaku UMKM, solusi terintegrasi dari TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop memudahkan kami memasarkan produk secara kreatif serta menjangkau calon pembeli. Pada Ramadan ini, nilai transaksi kami tumbuh lebih dari dua kali lipat,” ujar Nila.
Platform juga mencatat sejumlah brand lokal lain di kategori fesyen muslim dan makanan-minuman mengalami lonjakan transaksi rata-rata lebih dari lima kali lipat selama kampanye Ramadan Ekstra Seru.
Salah satunya adalah merek fesyen muslim asal Bandung, Gwenza, yang mencatat peningkatan penjualan hingga tujuh kali lipat.
Founder Gwenza, Deby Lianti, mengatakan strategi live streaming menjadi salah satu faktor pendorong penjualan.
“Kami meluncurkan koleksi terbaru lewat live streaming selama 13 jam secara konsisten, dengan konten menarik bersama artis dan affiliate,” kata Deby.
Peran Kreator dan Affiliate
Selain pelaku usaha, kreator dan affiliate juga memainkan peran penting dalam mendorong transaksi di platform digital.
Artis sekaligus affiliate content creator Jordi Onsu mengatakan konten yang relevan dan konsisten menjadi kunci dalam mempromosikan produk selama Ramadan.
“Kunci membuat konten promosi yang efektif ada di relevansi dan konsistensi. Saat Ramadan, saya memilih produk yang relevan di TikTok Shop by Tokopedia lalu dikemas dengan konten interaktif dan rutin LIVE agar audiens terus engage,” ujar Jordi.
Model pemasaran berbasis kreator ini menjadi bagian dari tren discovery commerce, di mana konsumen menemukan produk melalui konten, bukan melalui pencarian produk seperti pada model e-commerce konvensional.
Dalam rangka memperkuat kampanye Ramadan tahun ini, TikTok juga menggelar sejumlah program offline dan online.
Salah satunya adalah konser musik “Sparkle on Sound” yang akan digelar pada 7 Maret 2026 di Luminous Sphere Venue Jakarta, menampilkan musisi seperti Isyana Sarasvati, Nadin Amizah, dan Nassar.
Selain itu, festival KOLAK Ramadan (Koleksi Laris di TikTok selama Ramadan) akan digelar pada 13–15 Maret 2026 di Gandaria City Jakarta dengan menghadirkan lebih dari 20 brand dan UMKM.
Di sisi lain, Tokopedia juga menggelar berbagai program Ramadan seperti permainan “Kejar Ketupat” dengan total hadiah hingga Rp4 miliar per hari, diskon hingga 90%, serta gratis ongkir.
Platform tersebut juga menyediakan layanan pembayaran zakat fitrah secara online. Pada Ramadan 2025, Tokopedia mencatat dana zakat yang terkumpul mencapai lebih dari Rp5,6 miliar dari sekitar 120 ribu wajib zakat melalui berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ).
Lonjakan aktivitas konten, live commerce, dan transaksi selama Ramadan menunjukkan semakin kuatnya peran ekonomi digital dalam mendukung konsumsi domestik.
Data Google, Temasek, dan Bain dalam laporan e-Conomy SEA 2024 memperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia telah mencapai US$82 miliar pada 2023 dan berpotensi menembus US$130 miliar pada 2025, dengan e-commerce menjadi kontributor terbesar.
Dengan populasi internet lebih dari 221 juta pengguna menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), momentum Ramadan diperkirakan tetap menjadi salah satu puncak aktivitas perdagangan digital di Indonesia setiap tahun.
TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop menyatakan akan terus memperkuat integrasi ekosistem platform untuk mendukung pelaku usaha lokal.
“Melalui ekosistem yang terintegrasi, kami akan terus menghadirkan inovasi dan inisiatif baru untuk memfasilitasi pelaku usaha lokal #JualanNyaman dan memberikan pengalaman #BelanjaAman bagi pelanggan,” kata Antonia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











