Akurat
Pemprov Sumsel

Indonesia Ekspor 2.280 Ton Beras untuk Kebutuhan Jamaah Haji 2026

Esha Tri Wahyuni | 5 Maret 2026, 13:56 WIB
Indonesia Ekspor 2.280 Ton Beras untuk Kebutuhan Jamaah Haji 2026
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman

AKURAT.CO Pemerintah resmi memulai ekspor beras untuk kebutuhan jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Sebanyak 2.280 ton beras premium dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dikelola Perum Bulog dan akan dikirim bertahap mulai Maret 2026.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman menegaskan, ekspor tersebut menjadi indikator meningkatnya produksi beras nasional sekaligus bukti penguatan swasembada pangan.

“Ini aksi nyata, bukan ilusi. Kita ekspor dua ribuan ton, tepatnya 2.280 ton. Jadi bukan impor seribu ton, tetapi kita kirim keluar negeri,” ujar Amran dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga: Harga Pangan Mulai Stabil, Bapanas Klaim IPH Februari 2026 Membaik

Penugasan ekspor tersebut tertuang dalam Surat Kepala Bapanas Nomor 213/TS.03.03/K/02/2026 tertanggal 27 Februari 2026. Melalui surat itu, Bulog diminta menyiapkan beras premium dengan standar pecahan maksimal 5% untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah dan petugas haji Indonesia di Arab Saudi.

Amran menyebut ekspor ini dimungkinkan karena stok Cadangan Beras Pemerintah mencapai sekitar 3,7 juta ton, salah satu level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

“Ini adalah ekspor perdana ke Saudi Arabia dan menjadi momentum baik di bulan Maret. Stok kita kuat sehingga kebutuhan dalam negeri tetap aman,” kata Amran.

Kebutuhan Beras untuk 205 Ribu Jamaah

Berdasarkan perhitungan pemerintah, kebutuhan beras tersebut digunakan untuk melayani sekitar 205.420 jamaah dan petugas haji Indonesia pada musim haji 2026.

Perhitungan kebutuhan didasarkan pada konsumsi rata-rata 170 gram nasi per orang per hari. Dalam skema layanan katering haji, jamaah akan memperoleh 111 kali makan, terdiri dari 78 kali di Makkah, 27 kali di Madinah, dan 6 kali di wilayah Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Setiap porsi makanan dirancang berisi 170 gram nasi, 80 gram lauk, serta 75 gram sayuran disertai air mineral dan pelengkap lainnya.

Baca Juga: Nakal! Bapanas Minta Satgas Telusuri MinyaKita Dijual di Atas HET

Selama ini, dapur katering di Arab Saudi umumnya menggunakan beras impor dari berbagai negara dengan harga sekitar 150 Riyal Saudi per 40 kilogram, atau setara sekitar Rp16.800 per kilogram.

Melalui program “Beras Haji Nusantara”, pemerintah berharap dapat menyediakan beras dengan harga lebih efisien sekaligus menjaga standar menu jamaah haji Indonesia.

Pemerintah sebelumnya menyatakan Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada akhir 2025, setelah produksi meningkat dan stok cadangan melonjak.

Data Badan Pangan Nasional menunjukkan stok CBP yang dikelola Bulog mencapai sekitar 3,7 juta ton pada awal 2026. Angka tersebut berasal dari penyerapan gabah petani domestik, terutama dari musim panen awal tahun.

Beras yang diekspor ke Arab Saudi juga berasal dari hasil penggilingan gabah baru yang diserap Bulog pada awal 2026.

“Beras yang dikirim merupakan hasil serapan produksi dalam negeri dan berasal dari gabah yang masih segar,” ujar Amran.

Potensi Ekspansi Ekspor

Selain Arab Saudi, pemerintah mulai menjajaki peluang ekspor beras ke beberapa negara lain di kawasan Asia Pasifik.

Amran mengatakan pemerintah tengah membuka komunikasi dengan Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina untuk potensi ekspor berikutnya.

“Kita sudah menjajaki beberapa negara sahabat seperti Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina. Ke depan mudah-mudahan ekspor bisa lebih besar lagi,” ujarnya.

Khusus untuk kebutuhan jamaah haji dan umrah di Arab Saudi, potensi pasar diperkirakan mencapai 20 ribu hingga 50 ribu ton per tahun jika program Beras Haji Nusantara berjalan konsisten.

Proses pengumpulan stok beras telah dimulai di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, yang kemudian akan dikirim ke Pelabuhan Tanjung Priok untuk proses pengapalan.

Pelepasan awal logistik dilakukan pada Rabu (4/3/2026), sementara pengiriman laut direncanakan mulai Sabtu (7/3/2026) secara bertahap hingga seluruh target terpenuhi.

Langkah ini menandai babak baru dalam pengelolaan logistik haji Indonesia, di mana sebagian kebutuhan pangan jamaah mulai dipasok langsung dari produksi dalam negeri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.