Tertinggi dalam Sejarah, Mentan Taksir Produksi Beras RI Tembus 5 Juta Ton di Mei 2026

AKURAT.CO Stok beras nasional menjadi sorotan setelah Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkap potensi lonjakan cadangan beras Indonesia dalam beberapa bulan ke depan.
Berdasarkan data terbaru Kementerian Pertanian, stok beras nasional saat ini telah mencapai 3,76 juta ton, level yang disebut sebagai tertinggi sepanjang sejarah untuk periode Maret.
Jika tren produksi padi terus berlanjut, pemerintah memperkirakan cadangan beras nasional bisa menembus minimal 5 juta ton pada Mei 2026.
Proyeksi ini menjadi perhatian penting di tengah kekhawatiran global terkait stabilitas pangan, terutama setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memicu gangguan rantai pasok pangan dunia.
Lonjakan stok beras nasional tersebut juga berkaitan dengan tingginya produksi padi bulanan yang melampaui kebutuhan konsumsi domestik, sehingga memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Jika target ini tercapai, Indonesia berpotensi mencatat rekor baru dalam sejarah cadangan beras nasional.
Stok Beras Maret 2026 Cetak Rekor Baru
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa, cadangan beras nasional saat ini sudah berada pada titik yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk bulan Maret.
“Dan juga saya tambahkan, sekarang stok kita 3,76 juta ton. Hari ini tertinggi sepanjang sejarah di bulan Maret. Dengan bulan yang sama, paham maksudnya? Tertinggi hari ini, kemungkinannya dua bulan ke depan minimal, bukan maksimal, 5 juta ton. Itu tidak pernah terjadi dalam sejarah Republik Indonesia,” ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).
Dirinya menegaskan bahwa angka tersebut menunjukkan tren positif produksi beras nasional yang terus meningkat sejak awal tahun.
Produksi Beras Melampaui Konsumsi Nasional
Amran menjelaskan bahwa peningkatan stok beras terjadi karena produksi padi nasional terus berjalan setiap bulan. Saat ini produksi beras nasional berada pada kisaran 2,6 juta hingga 5,7 juta ton per bulan.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kebutuhan konsumsi beras nasional yang berada di sekitar 2,5 juta ton per bulan. Dengan kondisi ini, surplus produksi beras secara otomatis menambah cadangan pangan nasional.
Menurut Amran, tren produksi tersebut menjadi faktor utama yang membuat cadangan beras Indonesia terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Cadangan Pangan Disebut Aman Hingga 324 Hari
Selain peningkatan stok, pemerintah juga mengklaim cadangan pangan nasional saat ini berada dalam kondisi aman. Amran menyebut stok beras yang tersedia saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu panjang.
“Ini hari ini kita siap untuk 324 hari, paham? Tapi hari ini juga tiap bulan produksi 2,6 juta. Minimal, bisa sampai 5,7 juta. Artinya ini berjalan terus kan? Bukan bahwasannya 324 hari sekarang tidak produksi. Jangan sampai salah. 324 hari stok yang ada hari ini,” jelas Amran.
Dirinya menambahkan bahwa produksi padi nasional juga terus berlangsung setiap bulan. Dalam periode 6 Maret hingga 6 April 2026, produksi beras diperkirakan mencapai sekitar 4 juta hingga 5 juta ton.
“Di sisi lain, kami hari ini juga produksi tanggal 6 Maret sampai 6 April kita produksi kurang lebih Maret bisa 4 juta ton, sampai 5 juta ton,” ujarnya.
Beras Jadi Komoditas Pangan Paling Vital
Amran menekankan bahwa beras memiliki posisi paling krusial dalam sistem pangan Indonesia. Berdasarkan data konsumsi nasional, beras menyumbang sekitar 65–70% kebutuhan pangan harian masyarakat.
Berbeda dengan sumber protein seperti daging, telur, atau ikan yang masih dapat saling menggantikan, konsumsi beras bagi masyarakat Indonesia dinilai tidak mudah digantikan oleh komoditas lain.
Karena itu, stabilitas stok beras menjadi faktor utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional, sekaligus menghindari gejolak harga di pasar domestik.
Lonjakan cadangan beras nasional ini menjadi sinyal positif bagi sektor pertanian Indonesia. Jika proyeksi pemerintah terealisasi dan stok benar-benar mencapai 5 juta ton pada Mei 2026, Indonesia berpotensi mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah cadangan beras nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











