Vale Bukukan Pendapatan USD902 Juta per November 2025 di Tengah Tekanan Harga

AKURAT.CO PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari grup MIND ID menyatakan tantangan global justru menjadi momentum untuk memperkuat fondasi industri nasional.
Head of External Relations Regional and Growth PT Vale Indonesia, Endra Kusuma menyebutkan, sepanjang 2025, harga nikel global mengalami tekanan yang signifikan.
Namun di tengah situasi tersebut, PT Vale tetap mencatatkan kinerja operasional yang stabil. Hingga November 2025, produksi nikel matte mencapai 66.848 ton, naik 3% secara tahunan.
Total pendapatan perusahaan mencapai USD902 juta. Bagi PT Vale, angka-angka ini bukan sekadar statistik.
Baca Juga: Vale IGP Morowali Catat Penjualan 2,2 Juta Ton Ore di Awal 2026
“Ketahanan industri tidak dibangun dalam satu musim harga tinggi. Ini adalah hasil konsistensi investasi, disiplin operasional, dan komitmen jangka panjang khususnya yang berdampak untuk masyarakat, lingkungan dan dunia,” kata Endra dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).
Komitmen itu terlihat nyata melalui Indonesia Growth Project (IGP), yang kini menjadi mesin pertumbuhan baru perusahaan sekaligus bagian penting dari agenda hilirisasi nasional.
Di Pomalaa, proyek senilai sekitar USD4,5 miliar telah mencapai progres konstruksi lebih dari 65%. Penjualan perdana bijih nikel yang dilakukan pada akhir Februari 2026 menjadi penanda bahwa proyek tersebut mulai memasuki fase operasional yang lebih matang.
Dengan kapasitas stockpile hingga empat juta wet metric ton (Mwmt) dan target produksi awal 300.000 ton limonit per bulan, Pomalaa diproyeksikan menjadi salah satu simpul penting rantai pasok nikel Indonesia.
Sementara itu, proyek Morowali dengan nilai investasi USD2 miliar telah mencapai hampir 99% berprogres dan telah mencatatkan penjualan awal 2,2 juta ton ore di awal 2026.
Di Sorowako, pengembangan limonit senilai USD2,2 miliar terus berjalan sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
Total investasi terintegrasi yang mendekati USD9 miliar ini bukan hanya memperkuat posisi PT Vale, tetapi juga menempatkan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik dan energi bersih.
Namun di tengah sorotan terhadap hilirisasi, satu isu yang tak pernah lepas adalah lingkungan. PT Vale menyadari bahwa keberlanjutan bukan lagi pilihan tambahan, melainkan prasyarat mutlak.
Hingga akhir 2025, lebih dari 50% area bukaan tambang telah direklamasi secara progresif, dengan total reklamasi mencapai 3.863 hektare.
Operasi Sorowako didukung tiga pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 365 MW, menjadikannya salah satu operasi nikel dengan jejak energi bersih terbesar di Indonesia.
Capaian ini turut tercermin dalam ESG Risk Rating Sustainalytics sebesar 23,7—kategori medium dan yang terendah di Indonesia untuk sektor pertambangan.
“Isu lingkungan tidak boleh dijawab dengan defensif. Ia harus dijawab dengan data, dengan tindakan, dan dengan transparansi,” ujar Head of Corporate Communication PT Vale Indonesia, Vanda Kusumaningrum.
Di sisi sosial, perusahaan menyebut bahwa lebih dari 99 persen tenaga kerjanya adalah warga negara Indonesia. Ribuan pekerja dan kontraktor lokal terlibat dalam proyek-proyek strategis di Pomalaa, Morowali, dan Sorowako.
Program pertanian organik, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, pelatihan operator alat berat, hingga pembangunan nursery berkapasitas satu juta bibit per tahun menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










