Proyek HPAL Pomalaa Vale Dikebut, Target Operasi Maju ke Q3 2026

AKURAT.CO PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mengungkapkan kelanjutan dari proyek smelter High Pressure Acid Leach (HPAL) di Pomalaa, Sulawesi Tenggara.
Adapun, berkembang sangat signifikan dan berpotensi bisa beroperasi lebih cepat dari target yang ditetapkan.
Head of Corporate Finance and Investor Relations PT Vale Indonesia Tbk, Andaru Brahmono Adi mengatakan, proyek HPAL Pomalaa menjadi salah satu proyek strategis utama perseroan dalam memperkuat rantai pasok bahan baku baterai kendaraan listrik.
Baca Juga: Proyek Pomalaa Masuk Fase Operasional, Vale Catat Penjualan Perdana Nikel
Menurutnya, fasilitas HPAL tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi sekitar 120 ribu ton nikel per tahun dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP).
“Dimana kalau teman-teman dengar, proyek Pomalaa kami ini HPAL nanti akan menghasilkan kapasitasnya sekitar 120 ribu ton nikel dalam Mixed Hydroxide Precipitate (MHP),” kata Andaru dikutip, Senin (9/3/2026).
Andaru menjelaskan, sebelumnya fasilitas pengolahan tersebut diperkirakan mulai beroperasi pada kuartal IV-2026 atau akhir tahun 2026.
Namun, percepatan pembangunan yang dilakukan oleh mitra proyek membuka peluang operasional lebih cepat dari jadwal atau ditarget rampung kuartal III/2026.
“Tapi ternyata ada percepatan yang luar biasa dari partner kami. Sehingga kemungkinan kami akan bisa cepat lebih cepat beroperasi sejak kuartal III/2026,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Vale (INCO) mencatatkan penjualan perdana bijih nikel dari Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa.
Baca Juga: Vale Bukukan Pendapatan USD902 Juta per November 2025 di Tengah Tekanan Harga
Capaian ini menandai fase penting dalam transisi proyek dari tahap konstruksi menuju fase operasional yang menghasilkan pendapatan (revenue-generating phase), sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global mineral kritis.
Lebih dari sekadar milestone operasional, penjualan perdana ini merupakan langkah strategis dalam proses project de-risking, validasi kesiapan sistem produksi, serta penguatan fundamental pertumbuhan jangka panjang Perseroan.
Director and Chief Project Officer PT Vale Indonesia Tbk, Muhammad Asril, menyampaikan, peresmian area oresell di Pit PB5 dan PB1 merupakan langkah strategis untuk menjaga ritme produksi dan memastikan distribusi material berjalan optimal.
Dengan dukungan infrastruktur yang terus kami percepat, kami memastikan pencapaian target IGP Pomalaa tetap sejalan dengan prinsip operational excellence dan praktik pertambangan berkelanjutan," kata Asril dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).
Aktivasi kapasitas stockpile skala besar ini memperkuat stabilitas pasokan bahan baku, ketahanan logistik di tengah volatilitas pasar komoditas,dan kesiapan menuju fase produksi penuh.
Memasuki Maret 2026, IGP Pomalaa menargetkan produksi sebesar 300.000 ton limonit per bulan, atau sekitar 9.677 ton per hari. Strategi ramp-up ini dilakukan secara disiplin untuk memastikan keberlanjutan operasional serta optimalisasi kapasitas produksi.
Dengan kapasitas penyimpanan empat Mwmt dan target produksi bulanan, proyek ini memiliki inventory buffer yang memadai untuk menjaga konsistensi suplai sekaligus mengurangi risiko gangguan operasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










