Akurat
Pemprov Sumsel

Jaga Ketahanan Energi, Pertamina Drilling Pastikan Operasi Pengeboran Tetap Berjalan Selama Ramadan

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 13 Maret 2026, 13:03 WIB
Jaga Ketahanan Energi, Pertamina Drilling Pastikan Operasi Pengeboran Tetap Berjalan Selama Ramadan
Ilustrasi Pertamina Drilling

AKURAT.CO PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memastikan seluruh kegiatan pengeboran migas tetap berjalan normal selama bulan suci Ramadan 2026.

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita mengatakan, momentum Ramadan tidak mengurangi komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui operasional pengeboran yang andal dan selamat.

“Selama bulan puasa, seluruh kegiatan pengeboran tetap berjalan normal. Namun demikian, saya mengingatkan seluruh perwira untuk tetap mengutamakan faktor keselamatan, meskipun dalam kondisi berpuasa,” kata Avep dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga: Pertamina Relokasi 19 Perwira dari Irak dan Dubai di Tengah Gejolak Geopolitik Timur Tengah

Menurut Avep, aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) menjadi prioritas utama, terutama karena terdapat penyesuaian pola istirahat dan jam makan selama Ramadhan yang berpotensi memengaruhi kondisi fisik pekerja di lapangan.

Avep menegaskan pentingnya budaya saling peduli dan saling mengingatkan antarpekerja demi mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

“Kita harus saling mengingatkan dan peduli kepada teman kerja. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai kelengahan sekecil apa pun menimbulkan risiko,” ujarnya.

Avep menekankan pentingnya penerapan Stop Work Authority (SWA) oleh seluruh pekerja apabila menemukan potensi bahaya di lapangan. 

Hal ini sejalan dengan arahan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri yang terus mendorong penguatan budaya keselamatan di seluruh lini operasi Pertamina Group, termasuk di sektor jasa pengeboran.

“Jika ada kondisi yang tidak aman, jangan ragu untuk menghentikan pekerjaan. Lebih baik berhenti sejenak untuk memastikan semuanya aman, daripada memaksakan pekerjaan dengan risiko yang lebih besar,” ucap Avep.

Avep menegaskan bahwa setiap pekerja memiliki kewenangan penuh untuk menghentikan pekerjaan apabila dinilai tidak aman melalui penerapan Stop Work Authority (SWA).

“Tidak ada target produksi yang lebih penting daripada keselamatan. Jika ada pekerjaan yang tidak aman, hentikan. Itu adalah bentuk tanggung jawab kita untuk melindungi diri sendiri, rekan kerja, dan operasional perusahaan,” tambahnya.

Saat ini, Pertamina Drilling mengoperasikan sebanyak 37 rig dengan lebih dari 3.000 kru yang terlibat dan tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, baik di darat (onshore) maupun lepas pantai (offshore). Operasional tersebut mencakup wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Papua.

Dengan sebaran operasional yang luas, Pertamina Drilling berperan strategis dalam mendukung kegiatan eksplorasi dan produksi hulu migas nasional guna menjaga keberlanjutan energi di tengah dinamika tantangan global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.