Jaga Ketahanan Energi, Pertamina Drilling Pastikan Operasi Pengeboran Tetap Berjalan Selama Ramadan

AKURAT.CO PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memastikan seluruh kegiatan pengeboran migas tetap berjalan normal selama bulan suci Ramadan 2026.
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita mengatakan, momentum Ramadan tidak mengurangi komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui operasional pengeboran yang andal dan selamat.
“Selama bulan puasa, seluruh kegiatan pengeboran tetap berjalan normal. Namun demikian, saya mengingatkan seluruh perwira untuk tetap mengutamakan faktor keselamatan, meskipun dalam kondisi berpuasa,” kata Avep dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).
Baca Juga: Pertamina Relokasi 19 Perwira dari Irak dan Dubai di Tengah Gejolak Geopolitik Timur Tengah
Menurut Avep, aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) menjadi prioritas utama, terutama karena terdapat penyesuaian pola istirahat dan jam makan selama Ramadhan yang berpotensi memengaruhi kondisi fisik pekerja di lapangan.
Avep menegaskan pentingnya budaya saling peduli dan saling mengingatkan antarpekerja demi mencegah terjadinya kecelakaan kerja.
“Kita harus saling mengingatkan dan peduli kepada teman kerja. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai kelengahan sekecil apa pun menimbulkan risiko,” ujarnya.
Avep menekankan pentingnya penerapan Stop Work Authority (SWA) oleh seluruh pekerja apabila menemukan potensi bahaya di lapangan.
Hal ini sejalan dengan arahan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri yang terus mendorong penguatan budaya keselamatan di seluruh lini operasi Pertamina Group, termasuk di sektor jasa pengeboran.
“Jika ada kondisi yang tidak aman, jangan ragu untuk menghentikan pekerjaan. Lebih baik berhenti sejenak untuk memastikan semuanya aman, daripada memaksakan pekerjaan dengan risiko yang lebih besar,” ucap Avep.
Avep menegaskan bahwa setiap pekerja memiliki kewenangan penuh untuk menghentikan pekerjaan apabila dinilai tidak aman melalui penerapan Stop Work Authority (SWA).
“Tidak ada target produksi yang lebih penting daripada keselamatan. Jika ada pekerjaan yang tidak aman, hentikan. Itu adalah bentuk tanggung jawab kita untuk melindungi diri sendiri, rekan kerja, dan operasional perusahaan,” tambahnya.
Saat ini, Pertamina Drilling mengoperasikan sebanyak 37 rig dengan lebih dari 3.000 kru yang terlibat dan tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, baik di darat (onshore) maupun lepas pantai (offshore). Operasional tersebut mencakup wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Papua.
Dengan sebaran operasional yang luas, Pertamina Drilling berperan strategis dalam mendukung kegiatan eksplorasi dan produksi hulu migas nasional guna menjaga keberlanjutan energi di tengah dinamika tantangan global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








