Akurat
Pemprov Sumsel

Dorong Energi Bersih, Kementerian ESDM Bakal Konversi PLTD ke PLTS

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 13 Maret 2026, 14:06 WIB
Dorong Energi Bersih, Kementerian ESDM Bakal Konversi PLTD ke PLTS
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (13/3/2026).

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan rencana digantinya pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD)  ke pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) merupakan bagian dari program PLTS 100 Gigawatt (GW).

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung menyampaikan, selain bagian dari program PLTS 100 GW, digantikannya PLTD dengan pembangkit lain juga bagian dari program dediselisasi yang terus digaungkan oleh pemerintah.

"Iya (penghentian PLTD)  lanjutan dari program dedieselisasi, merupakan bagian dari program PLTS 100 gigawatt," kata Yuliot saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga: PLN Nusantara Power Genjot Proyek PLTS Terapung Karangkates di Malang

Yuliot menambahkan, pergantian PLTD ke PLTS  akan difokuskan pada wilayah 3T atau tertinggal, terdepan, dan terluar yang sampai saat ini masih mengandalkan pembangkit diesel karena belum terhubung dengan jaringan listrik utama (grid).

"Jadi mana yang didieselisasi, jadi kan daerah-daerah yang masih dialiri listrik dengan menggunakan diesel itu akan kita konversi jadi PLTS. Itu yang disampaikan oleh Pak Bahlil kemarin," ujar Yuliot.

Sudah Ada 30 Lokasi yang Diprioritaskan

Lebih lanjut, Yuliot menyebut pihaknya melalui Dirjen Ketenagalistrikan dan Dirjen EBTKE sudah menidentifikasi beberapa wilayah yang masih menggunakan PLTD dan akan dikonversi ke PLTS.

Dirinya menuturkan, dari hasil identifikasi kebanyakan wilayah yang masih menggunakan PLTD berada di wilayah timur Indonesia. "Mudah-mudahan yang kita prioritaskan di kawasan Timur Indonesia. Angkanya ini sudah lebih dari 30 lokasi yang kita prioritaskan," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya Presiden RI, Prabowo Subianto, memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, ke Istana Merdeka, Jakarta, untuk melaporkan hasil rapat awal satgas yang melibatkan kementerian terkait dan PT PLN (Persero).

"Dipanggil untuk melaporkan perkembangan pembahasan Satgas EBTKE, energi baru terbarukan dan konversi kendaraan dari bensin ke listrik," kata Bahlil kepada awak media, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah konkret dalam mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan, termasuk mengganti pembangkit listrik tenaga diesel yang selama ini menggunakan bahan bakar solar.

Dia menjelaskan bahwa program tersebut akan diterapkan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia, khususnya pada pembangkit listrik yang masih bergantung pada bahan bakar solar.

"Lokasinya tersebar di seluruh Indonesia, terutama pembangkit-pembangkit yang selama ini memakai solar, karena dalam kondisi geopolitik perang ini tidak bisa kita memastikan bahwa energi kita ini akan seperti apa dalam konteks jangka panjang. Karena itu kita mengoptimalkan seluruh potensi kita yang ada dalam negeri, energi-energi yang bisa kita konversi dari fosil," ungkap Bahlil.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.