Akurat
Pemprov Sumsel

Ekspor Houseware RI ke AS Tembus Rp182 Miliar Lewat Ajang IHS 2026

Esha Tri Wahyuni | 18 Maret 2026, 21:49 WIB
Ekspor Houseware RI ke AS Tembus Rp182 Miliar Lewat Ajang IHS 2026
Ekspor warehouse RI ke AS di Ajang IHS 2026

AKURAT.CO Produk perabotan rumah tangga Indonesia kembali menunjukkan daya saing global setelah mencatatkan potensi transaksi sebesar USD11,07 juta atau sekitar Rp182,74 miliar dalam ajang The Inspired Home Show (IHS) 2026 yang digelar pada 10–12 Maret 2026 di Chicago, Amerika Serikat. 

Capaian ini tidak hanya mencerminkan meningkatnya minat pasar internasional terhadap produk houseware Indonesia, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa ekspor sektor ini terus tumbuh signifikan.

Selama tiga hari pameran, Paviliun Indonesia berhasil menarik lebih dari 100 buyer potensial dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, China, India, Jepang, hingga Brasil. 

Baca Juga: RI-Singapura Matangkan Rencana Ekspor Listrik Bersih, Proyeksikan Kepulauan Riau Jadi Hub Industri

Tingginya antusiasme ini menunjukkan bahwa produk Indonesia semakin relevan di pasar global, khususnya untuk kategori dekorasi rumah, peralatan makan, dan kerajinan berbahan alami seperti rotan dan kayu.

Transaksi Naik 37 Persen Dibanding 2024

Kinerja Indonesia di IHS 2026 menunjukkan tren pertumbuhan yang solid. Potensi transaksi sebesar Rp182,74 miliar ini meningkat signifikan dibandingkan partisipasi sebelumnya pada 2024 yang hanya mencapai Rp133,19 miliar.

Kepala ITPC, Chicago, Dhonny Yudho Kusuma, menegaskan bahwa hasil ini memperlihatkan peluang besar bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas pasar ekspor.

Partisipasi Indonesia dalam IHS 2026 membuka kesempatan besar bagi produk perabotan rumah tangga Indonesia untuk lebih dikenal di pasar AS.

"Dengan potensi transaksi yang mencapai USD11,07 juta, kami optimistis pelaku usaha Indonesia mampu memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan ekspor,” ujar Dhonny dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Dhonny juga menambahkan bahwa keunikan produk Indonesia menjadi daya tarik utama di pasar Amerika yang relatif belum banyak terpapar produk serupa.

Produk-produk Indonesia mendapatkan respons positif karena memiliki karakter yang berbeda dibandingkan produk mass market global. Material alami seperti rotan, kayu, dan stoneware menjadi nilai jual utama.

Beberapa kategori produk yang paling diminati buyer antara lain Peralatan makan berbahan kayu, Dekorasi rumah berbasis kerajinan tangan, dan Produk rotan berdesain modern.

Minimnya produk serupa di pasar AS membuat produk Indonesia memiliki positioning yang kuat sebagai produk niche dengan nilai estetika tinggi.

Strategi Pemerintah Dorong Ekspor Berkelanjutan

Keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara ITPC Chicago dan KJRI Chicago. Pemerintah secara aktif mendorong ekspansi pasar melalui promosi internasional dan penguatan jejaring bisnis.

Konsul Jenderal RI di Chicago, Trisari Dyah Paramita, menilai bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral.

“Kami optimistis produk houseware dan dekorasi rumah Indonesia mampu bersaing di pasar global melalui keunggulan desain, kualitas, dan prinsip keberlanjutan,” ujarnya.

Pendekatan berbasis sustainability kini menjadi faktor penting dalam menarik minat buyer global, terutama di pasar Amerika dan Eropa.

Peluang Ekspor Tumbuh 44,92 Persen

Secara makro, pasar Amerika Serikat memang menjadi salah satu tujuan ekspor paling strategis bagi Indonesia. Berdasarkan data Global Trade Atlas – S&P Global, nilai ekspor produk perabotan rumah tangga Indonesia ke AS pada 2025 mencapai USD11,49 miliar.

Angka tersebut melonjak 44,92% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar USD7,92 miliar. Produk ekspor didominasi oleh Furnitur, Peralatan rumah tangga elektronik, Produk berbasis kayu dan kertas dan Produk plastik.

Lonjakan ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk Indonesia terus meningkat, terutama untuk segmen houseware dan home living.

Kontribusi terhadap Neraca Perdagangan RI-AS

Hubungan dagang Indonesia dan Amerika Serikat juga menunjukkan performa yang solid. Pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai USD 43,80 miliar.

Rinciannya, ekspor Indonesia ke AS USD30,96 miliar, impor dari AS USD12,85 miliar dan surplus perdagangan USD18,11 miliar.

Surplus ini menegaskan posisi Indonesia sebagai eksportir kuat, terutama di sektor manufaktur dan produk berbasis sumber daya alam.

UMKM dan Brand Lokal Naik Kelas Lewat Pameran Global

6 perusahaan Indonesia yang tampil di IHS 2026 menjadi contoh konkret bagaimana pelaku usaha lokal mampu menembus pasar internasional.

Partisipasi ini tidak hanya membuka peluang transaksi, tetapi juga memberikan insight penting terkait preferensi konsumen global.

Direktur Aksata Rattan, Vladimir Dicky, mengungkapkan bahwa keikutsertaan dalam pameran ini memberikan akses langsung ke buyer besar.

“Pameran ini membantu kami mendapatkan potensi transaksi dari buyer besar sekaligus memahami preferensi pasar AS secara lebih dalam,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.