Update Arus Balik Lebaran 2026, Lonjakan Lalu LIntas di Jabodetabek

AKURAT.CO Volume lalu lintas H+1 Lebaran 2026 menunjukkan peningkatan signifikan di sejumlah ruas tol utama, terutama di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.
Berdasarkan laporan Jasa Marga, lonjakan ini dipicu oleh kombinasi aktivitas silaturahmi dan wisata, yang menjadi karakter khas periode libur Idulfitri.
Lonjakan Signifikan di Jabodetabek: Arah Puncak Dominan
Jasa Marga mencatat total volume lalu lintas yang meninggalkan Jabodetabek menuju Merak dan kawasan Puncak melalui Gerbang Tol (GT) Cikupa dan GT Ciawi 1 mencapai 97.427 kendaraan per Senin (23/3/2026). Angka ini naik 27,49% dibandingkan lalu lintas normal sebesar 76.419 kendaraan.
Baca Juga: Jalan Tol Baru dan Transportasi Umum Permudah Akses ke NICE PIK2
Lonjakan paling signifikan terjadi di GT Ciawi 1 menuju Puncak Bogor. Volume kendaraan tercatat sebanyak 50.673 unit, melonjak 54,19% dari kondisi normal yang hanya 32.865 kendaraan.
Sementara itu, lalu lintas menuju Merak melalui GT Cikupa tercatat sebanyak 46.754 kendaraan. Angka ini meningkat 7,35% dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 43.554 kendaraan. Kondisi ini menegaskan bahwa destinasi wisata alam seperti Puncak masih menjadi magnet utama masyarakat pasca-Lebaran.
Jawa Barat Ikut Padat, Bandung Mulai Dipadati Wisatawan
Di wilayah Jawa Barat, pergerakan kendaraan menuju Bandung dan Rancaekek juga mengalami kenaikan. Total volume lalu lintas tercatat mencapai 85.562 kendaraan atau meningkat 29,54% dari kondisi normal sebesar 66.052 kendaraan.
Arus kendaraan melalui GT Cileunyi menuju Rancaekek dan Garut tercatat sebanyak 46.742 kendaraan. Angka ini melonjak 42,66% dibandingkan lalu lintas normal sebesar 32.764 kendaraan.
Untuk arah Bandung melalui GT Pasteur, volume kendaraan mencapai 38.820 unit atau naik 16,62% dari kondisi normal sebanyak 33.288 kendaraan.
Di sisi lain, arus kendaraan yang kembali menuju Jakarta mulai terlihat. Total kendaraan dari Bandung dan Rancaekek menuju Jakarta mencapai 74.975 unit, meningkat 10,19% dibandingkan lalu lintas normal sebesar 68.039 kendaraan.
Sinyal Awal Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Terbentuk
Kenaikan volume kendaraan yang kembali ke Jakarta menjadi indikator awal arus balik Lebaran 2026. Meski belum mencapai puncak, tren ini diperkirakan akan terus meningkat hingga H+3 Lebaran.
Jasa Marga memproyeksikan bahwa lalu lintas masih akan tinggi dalam beberapa hari ke depan. Hal ini dipicu oleh kombinasi perjalanan wisata lanjutan dan masyarakat yang mulai kembali ke wilayah Jabodetabek.
Menghadapi kondisi lalu lintas yang padat, Jasa Marga mengimbau masyarakat untuk melakukan persiapan matang sebelum melakukan perjalanan.
“Pengguna jalan diharapkan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, pengemudi dalam kondisi fit, serta memperhatikan kecukupan BBM dan saldo uang elektronik,” tulis manajemen dalam keterangan resminya.
Selain itu, pengguna jalan tol dengan sistem transaksi tertutup seperti Tol Cipularang, Padaleunyi, dan JORR II diingatkan untuk menggunakan satu kartu elektronik yang sama saat masuk dan keluar tol.
“Pastikan kartu elektronik yang digunakan saat tapping di gerbang tol masuk sama dengan saat keluar untuk menghindari kendala transaksi,” ujar keterangan tersebut.
Momentum Libur Lebaran Dorong Mobilitas dan Ekonomi
Lonjakan lalu lintas H+1 Lebaran 2026 mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur panjang. Pergerakan ini tidak hanya mencerminkan tradisi silaturahmi, tetapi juga menjadi pendorong aktivitas ekonomi di sektor pariwisata dan transportasi.
Dengan tren arus balik yang mulai terbentuk, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan secara cermat guna menghindari kepadatan ekstrem. Pemantauan kondisi lalu lintas secara real-time serta kesiapan perjalanan menjadi kunci utama untuk memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











