Bulog Salurkan Bansos ke Kepulauan, Sekitar 33,2 Juta PBP Disasar

AKURAT.CO Penyaluran bantuan pangan oleh Perum Bulog kembali menjadi sorotan setelah distribusi masif dilakukan hingga wilayah terpencil seperti Kepulauan Seribu.
Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat pada kuartal pertama 2026. Dengan total 33,2 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP), distribusi beras dan minyak goreng tak hanya menyasar wilayah perkotaan, tetapi juga daerah dengan tantangan geografis tinggi.
Langkah percepatan distribusi ini juga relevan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Artinya, keberhasilan program bantuan pangan sangat menentukan stabilitas ekonomi, khususnya di tengah tekanan biaya hidup pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Baca Juga: Bulog Gaspol Salurkan Bantuan Pangan ke 32 Juta Keluarga Jelang Lebaran 2026
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, turun langsung ke lapangan untuk memastikan distribusi berjalan efektif. Penyaluran dilakukan hingga Pulau Untung Jawa, salah satu wilayah yang secara geografis menantang.
“Kami memastikan setiap masyarakat, termasuk yang berada di wilayah kepulauan, mendapatkan haknya atas pangan. Tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dijangkau. Bulog hadir untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran,” ujar Rizal dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Langkah ini menunjukkan pendekatan operasional yang tidak hanya berbasis data, tetapi juga eksekusi langsung di lapangan. Bulog menegaskan komitmennya untuk menjaga distribusi tetap lancar hingga ke wilayah terluar Indonesia.
Dalam program ini, setiap PBP mendapatkan alokasi bantuan sebesar 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk periode Februari dan Maret 2026. Khusus wilayah Kepulauan Seribu, terdapat 4.102 penerima yang tersebar di beberapa pulau, seperti Pulau Untung Jawa, Pulau Pramuka, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan.
Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, Bulog-Polri Hadirkan Gerakan Pangan Murah untuk Masyarakat
Di Pulau Untung Jawa sendiri, sebanyak 402 keluarga menerima bantuan tersebut. Distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan akses logistik yang terbatas.
Program ini tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sosial, tetapi juga sebagai stimulus ekonomi langsung. Dengan menekan pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pokok, masyarakat memiliki ruang lebih untuk konsumsi sektor lain.
Distribusi ke wilayah kepulauan menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dari sisi transportasi dan waktu tempuh. Namun, Bulog memastikan percepatan tetap berjalan pasca Lebaran dengan skema distribusi yang lebih adaptif.
Penyaluran ke wilayah seperti Kepulauan Seribu menjadi indikator penting bahwa program bantuan pemerintah tidak hanya berfokus pada wilayah dengan akses mudah. Ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerataan ekonomi menjadi prioritas.
Salah satu penerima manfaat, Sabrina Marsenda, warga Pulau Untung Jawa, mengaku bantuan tersebut sangat membantu kebutuhan sehari-hari keluarganya.
“Kita bersyukur tentunya, hari ini kami dapat 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” ujarnya.
Dirinya juga berharap program bantuan ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas bantuannya beras Bulog, ini sudah sampai di Pulau Untung Jawa,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan Nahria, warga setempat yang merasakan langsung manfaat program ini.
“Senang banget, karena sangat bermanfaat untuk saya dan keluarga saya. Kalau bisa lebih dibanyakin lagi untuk warga kami,” katanya.
Sementara itu, Ketua RT Pulau Untung Jawa, Muslim, menilai bantuan ini sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden yang sudah mendatangkan bantuan kepada warga kami melalui Dirut Bulog. Ini berkah, ini luar biasa,” ujarnya.
Secara makro, program bantuan pangan memiliki efek ganda (multiplier effect) terhadap perekonomian. Dengan konsumsi rumah tangga yang tetap terjaga, tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi dapat diminimalkan.
Distribusi yang tepat waktu juga menjadi kunci, terutama dalam menjaga stabilitas harga pangan dan menghindari gejolak inflasi di daerah terpencil.
Bulog optimistis bahwa percepatan distribusi yang terus dilakukan akan memastikan manfaat program dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











