Bahlil Ungkap Pemerintah Bakal Naikan Harga Mineral Acuan Nikel

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara soal rencana pemerintah yang akan menaikkan Harga Mineral Acuan (HMA) nikel.
Menteri (ESDM), Bahlil Lahadalia menyampaikan, pihaknya sudah mengambil langkah untuk menaikan HMA nikel dalam waktu dekat.
“Dan kemungkinan, bukan kemungkinan, sudah menjadi keputusan dari Menteri ESDM bahwa kami akan menaikkan HMA-nya jadi harga standar acuan, nikelnya kami akan naikkan,” kata Bahlil saat ditemui di Kementerian Bidang Perekonomian, Jumat (27/3/2026).
Baca Juga: Proyek Pomalaa Masuk Fase Operasional, Vale Catat Penjualan Perdana Nikel
Selain itu, terkait dengan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) nikel, Bahlil menyebut akan difokuskan pada keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan industri dalam negeri.
Dirinya menuturkan, penyesuaian RKAB dilakukan dengan mempertimbangkan daya serap smelter domestik agar produksi nikel tidak berlebih dan menekan harga di pasar.
“Menyangkut nikel, nikel juga RKAB-nya kita akan membuat keseimbangan antara supply and demand berapa kebutuhan pabrik kita, itu yang kita akan mengeluarkan supaya harganya tidak juga jatuh,” ujarnya.
RKAB Batu Bara Tetap
Sementara itu, Bahlil memastikan tidak ada perubahan kebijakan terkait Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara.
Bahlil menegaskan, pemerintah hanya akan menerapkan skema relaksasi yang terukur guna menjaga keseimbangan sektor energi nasional.
“Menyangkut dengan RKAB, tetap tidak ada perubahan, yang ada adalah kita akan melakukan relaksasi yang terukur,” ucap Bahlil.
Bahlil menjelaskan, relaksasi yang dimaksud bukan berarti pelonggaran tanpa batas, melainkan penyesuaian produksi batu bara dengan mempertimbangkan kondisi pasar serta kebutuhan dalam negeri.
Dalam implementasinya, pemerintah akan menggunakan mekanisme supply and demand sebagai instrumen utama. Saat harga batu bara global menguat, produksi dapat ditingkatkan.
“Kita akan memperhatikan supply and demand kalau harganya bagus terus, kita akan memproduksi juga lebih banyak tetapi kalau harganya turun, kita akan menyesuaikan dengan permintaan di pasar,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










