Akurat
Pemprov Sumsel

Resmi Berlaku 1 Juli 2026, Kebijakan B50 Pangkas BBM Fosil hingga 4 Juta KL

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 1 April 2026, 08:30 WIB
Resmi Berlaku 1 Juli 2026, Kebijakan B50 Pangkas BBM Fosil hingga 4 Juta KL
ilustrasi Bioetanol 50 persen (B50)

AKURAT.CO Pemerintah buka suara soal penerapan kebijakan campuran biodiesel 50% atau B50 di Tanah Air.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan tersebut akan resmi berlaku mulai 1 Juli 2026.

“Sebagai bagian dari upaya kemandirian energi dan efisiensi energi, pemerintah menerapkan kebijakan B50 ini mulai berlaku 1 Juli 2026,” kata Airlangga dalam konferensi secara daring dari Seoul, Korea Selatan, Selasa (31/3/2026).

Baca Juga: Amran Targetkan B50 dan E20 pada 2026, Impor Solar Siap Dihentikan

Menurut Airlangga, PT Pertamina (Persero) telah siap untuk mengimplementasikan proses blending atau pencampuran bahan bakar sesuai kebijakan baru tersebut.

Airlangga menjelaskan penerapan B50 berpotensi menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) berbasis fosil hingga 4 juta kiloliter.

“Pertamina telah siap untuk mengimplementasikan blending dan ini berpotensi mengurangi penggunaan BBM berbasis fosil sebanyak 4 juta kiloliter dan ini dalam satu tahun,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan implementasi bahan bakar campuran biodiesel berbasis minyak sawit 50% dengan minyak solar (B50) dapat berjalan tahun depan atau 2026.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa kebijakan biodiesel sejak awal dirancang untuk menjawab tiga tantangan utama. Pertama, upaya menjaga stabilitas harga sawit ketika harga komoditas tersebut jatuh.

“Kemudian untuk menjaga harga jual petani dibuat CPO kemudian kita bikin FAME. FAME itu campuran dari sawit, apa namanya, CPO sama methanol,” kata Bahlil dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (11/11/2025).

Baca Juga: Lonjakan Harga Minyak Dunia Jadi Momentum Percepat Implementasi B50

Kedua, program biodiesel dimaksudkan untuk mengurangi impor solar dan memperkuat ketahanan energi nasional. Ketiga, pengembangan biodiesel merupakan bagian dari peta jalan menuju energi bersih serta kemandirian energi.

Saat ini, pemerintah tengah mematangkan implementasi B50. Menurut Bahlil, uji coba B50 tengah berlangsung di berbagai moda dan peralatan, mulai dari mesin kendaraan, kapal, alat berat, hingga kereta api.

“Sekarang lagi diuji di mesin, di kapal, di alat-alat berat, di kereta. Di semester kedua 2025 hasil ujiannya selesai, hasil lab dari tesnya,” jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.