Bulog Kebut Pembangunan 100 Infrastruktur Pascapanen

AKURAT.CO Pemerintah melalui Perum BULOG mempercepat penguatan infrastruktur pascapanen dengan menargetkan pembangunan 100 titik fasilitas di seluruh Indonesia.
Program ini merupakan implementasi dari Perpres Nomor 14 Tahun 2026 yang berfokus pada peningkatan ketahanan pangan nasional, efisiensi logistik, serta penurunan kehilangan hasil panen (food loss).
Dengan nilai investasi mencapai Rp5 triliun, langkah ini tidak hanya menyasar modernisasi gudang dan silo, tetapi juga integrasi teknologi, mekanisasi, dan sistem distribusi pangan berbasis data.
Baca Juga: Bos Bulog Klaim El Nino Godzilla Tak Akan Ganggu Stok CBP
Bulog Siapkan 100 Titik Pascapanen, Fokus pada Efisiensi dan Ketahanan Pangan
Perum BULOG menyatakan kesiapan penuh dalam menindaklanjuti amanat pemerintah melalui pembangunan 100 titik infrastruktur pascapanen yang tersebar di 92 kabupaten.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan strategi besar dalam memperkuat sistem logistik pangan nasional.
“Penugasan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem logistik dan ketahanan pangan nasional. BULOG akan memastikan seluruh tahapan dipersiapkan secara matang agar pembangunan infrastruktur benar-benar tepat lokasi, tepat fungsi, dan tepat manfaat bagi masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Investasi Rp5 Triliun, Ini Rincian Infrastruktur yang Dibangun
Total anggaran proyek mencapai sekitar Rp5 triliun yang dialokasikan untuk pembangunan fasilitas utama dan integrasi teknologi modern.
Sebesar Rp4,4 triliun difokuskan untuk pembangunan infrastruktur inti, sementara Rp560 miliar digunakan untuk mekanisasi, otomatisasi, dan sistem teknologi informasi.
Langkah ini menunjukkan pergeseran pendekatan dari sekadar penyimpanan ke sistem pengolahan pangan terintegrasi berbasis industri.
Adapun rincian fasilitas yang akan dibangun meliputi:
94 unit gudang penyimpanan
6 unit silo gabah
8 unit silo jagung
17 unit dryer beras
17 unit Rice Milling Unit (RMU)
8 unit dryer jagung
9 unit sentra pengolahan dan fasilitas packaging beras
3 Strategi Utama Bulog, dari Studi Kelayakan hingga Pendanaan
Untuk memastikan proyek berjalan efektif dan berkelanjutan, BULOG menyiapkan tiga langkah strategis utama.
Pertama, penyusunan feasibility study dengan melibatkan akademisi dan para ahli guna mengkaji aspek teknis, operasional, dan finansial.
Kedua, penyusunan pertimbangan teknis bersama Kementerian Pertanian agar pembangunan sesuai dengan karakteristik wilayah dan tipologi produksi pangan.
Ketiga, evaluasi kelayakan finansial termasuk skema penggunaan dana investasi pemerintah non permanen.
“Setelah seluruh tahapan terpenuhi, hasilnya akan dilaporkan kepada Menteri Koordinator Pangan untuk memperoleh persetujuan sebelum pembangunan dimulai,” kata Ahmad Rizal.
Pembangunan infrastruktur ini akan diprioritaskan di wilayah sentra produksi pangan seperti Lampung, Pulau Jawa, dan Sulawesi Selatan.
Di wilayah tersebut, fasilitas akan dilengkapi dengan teknologi modern seperti dryer, RMU, silo, hingga sistem otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi pascapanen.
Sementara itu, untuk wilayah kepulauan seperti Natuna, Rote, dan Tidore, fokus pembangunan diarahkan pada gudang penyimpanan guna menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah tantangan distribusi dan cuaca ekstrem.
Pendekatan ini menunjukkan strategi diferensiasi pembangunan berbasis kebutuhan wilayah, bukan pendekatan seragam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











