Pemerintah Siapkan BMDTP Rp500 Miliar Untuk Suku Cadang Pesawat, Dorong Daya Saing Industri Maskapai Nasional

AKURAT.CO Demi menjaga dan meningkatkan daya saing ekosistem industri penerbangan nasional di tengah krisis energi, Pemerintah memberikan insentif penurunan tarif Bea Masuk (BM) menjadi 0% atas impor suku cadang pesawat.
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan ini diharapkan dapat menurunkan biaya operasional Maskapai. Untuk merealisasikannya, dukungan APBN disiapkan mencapai sekitar Rp0,5 triliun.
Kebijakan ini juga untuk memperkuat daya saing industri Maintenance, Repair, and Operations (MRO), dengan potensi aktivitas ekonomi USD700 juta per tahun.
Baca Juga: Pemerintah dan Maskapai Sepakat Tunda Pembahasan Tarif Batas Atas Industri Penerbangan
Kemudian output perekonomian/ PDB hingga USD1,49 miliar serta menciptakan tambahan sekitar 1.000 tenaga kerja langsung dan lebih dari 2.700 tenaga kerja tidak langsung.
"Langkah ini akan ditindaklanjuti melalui penerbitan regulasi peraturan teknis terkait (Permenperin dan revisi Permenkeu)," ujar Airlangga di Jakarta, Senin (6/4/2026).
PPN DTP Rp1,3 Triliun per Bulan Untuk Tahan Lonjakan Tiket Pesawat
Bersamaan dengan kebijakan tersebut, Pemerintah juga menyiapkan kebijakan untuk menjaga agar kenaikan tiket domestik tetap terjangkau masyarakat, dengan menjaga kenaikan harga tiket di kisaran 9 – 13%.
Di antaranya, PPN DTP 11% untuk tiket angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp1,3 triliun per bulan.
Kemudian kombinasi kebijakan kenaikan Fuel Surcharge sebesar 38% untuk pesawat jet dan propeler, serta PPN DTP 11% akan diberikan selama dua bulan dan dilakukan evaluasi secara berkala.
"Pertamina juga diharapkan memberikan relaksasi mekanisme pembayaran dengan Terms and Condition yang lebih baik secara B2B," imbuh Airlangga.
Kombinasi semua kebijakan ini, lanjut Airlangga, adalah wujud dukungan pemerintah pada kesinambungan industri penerbangan (maskapai nasional) dan sektor energi, serta menjaga aktivitas ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan berdaya tahan.
"Pemerintah memastikan kondisi ekonomi domestik tetap stabil dan mengajak seluruh masyarakat dan dunia usaha, untuk tetap produktif, serta berpartisipasi aktif dalam mendukung langkah-langkah ini," tutur Airlangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









