Masuk Dalam Daftar Amazon Hot New Releases, Ini Kisi-kisi Buku Marketing 7.0 : A Guide for Thinking Marketers in the Age of AI

AKURAT.CO Di tengah banjirnya konten digital dan algoritma yang semakin canggih, banyak merek justru menghadapi tantangan baru. Mereka terlihat, tetapi tidak benar-benar terhubung.
Konsumen mengklik, melihat, lalu pergi tanpa meninggalkan keterikatan emosional. Fenomena ini menjadi titik berangkat lahirnya buku Marketing 7.0 : A Guide for Thinking Marketers in the Age of AI, fase terbaru dalam evolusi pemasaran yang menempatkan cara berpikir manusia sebagai pusat strategi.
Merupakan bagian dari X.0 Series, buku ini lahir dari pemikiran Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, dan Iwan Setiawan. Sebagai kolaborasi ke-14 antara Hermawan dan Kotler, Marketing 7.0 memperkuat visi keduanya dalam evolusi pemasaran global.
Resmi RIlis di AS
Buku ini resmi rilis di AS pada 7 April 2026 dan berhasil menembus daftar Top 5 New Releases in Marketing dalam daftar Amazon Hot New Releases, sebuah pencapaian yang mengukuhkan posisi karya ini sebagai salah satu literatur pemasaran paling dinantikan di tingkat global saat ini.
Baca Juga: AI Indonesia dan MCorp Rilis 3 Layanan AI Teranyar
Ditemui dalam acara An Intimate Book Talk & Book Signing Marketing 7.0 yang digelar Periplus Setiabudi One, Hermawan Kartajaya dan Iwan Setiawan menjelaskan bahwa buku ini adalah kelanjutan dari seri sebelumnya.
Jika Marketing 5.0 berfokus pada teknologi (AI, IoT, dan Big Data) serta Marketing 6.0 pada pengalaman imersif, maka Marketing 7.0 melangkah lebih jauh dengan menyoroti dimensi kognitif.
Konsep ini membedah bagaimana merek memahami cara manusia berpikir, merasakan, dan mengambil keputusan di tengah dominasi kecerdasan buatan. Pendekatan ini memperkenalkan pergeseran penting dari sekadar data-driven menjadi mind-centric marketing.
Dalam konteks ini, Iwan Setiawan, Grup COO MCorp sekaligus Penulis Marketing 7.0, menekankan bahwa teknologi seharusnya memperkuat koneksi manusiawi, bukan menggantikannya.
“Di era AI saat ini, pemasar justru berisiko kehilangan kemampuan berpikir karena terlalu bergantung pada teknologi. Marketing 7.0 hadir sebagai jawaban atas tantangan 'cognitive overload', dimana konsumen kini dibombardir oleh informasi hingga secara alami mulai pintar mengabaikan iklan,” tegas Iwan.
Ia menambahkan bahwa teknologi mungkin lebih cepat, tetapi empati dan intuisi tetap menjadi diferensiasi utama. Salah satu konsep kunci yang diangkat adalah cognitive mapping, yakni pendekatan untuk memetakan cara konsumen memproses informasi.
Menanggapi hal tersebut, Hermawan Kartajaya, Founder & Chair of MCorp, memberikan perspektif filosofis mengenai evolusi pemasaran yang kini lebih menyentuh sisi kemanusiaan yang terdalam.
“Evolusi pemasaran dari 5.0 ke 7.0 adalah perjalanan dari teknologi menuju pemahaman kognitif yang mendalam," ujar Hermawan.
"Kita tidak lagi sekadar bicara soal data, tapi bagaimana memahami cara manusia berpikir, merasakan, dan mengambil keputusan di tengah gempuran informasi digital yang tidak pernah berhenti. Ini bukan lagi soal mesin, melainkan soal esensi manusia,” tambahnya.
Marketing 7.0 memandang konsumen saat ini sebagai augmented human, yakni individu yang hidup berdampingan dengan teknologi namun memiliki mekanisme pertahanan mental yang lebih kuat terhadap gangguan digital.
Iwan menjelaskan bahwa fenomena seperti 'banner blindness' kini berevolusi; iklan mungkin mendapatkan impression yang tinggi, namun seringkali tidak meninggalkan ingatan (no recall) karena konsumen melihat tanpa benar-benar menyimak.
Oleh karena itu, AI dan teknologi imersif hanya akan efektif apabila mampu menembus pertahanan kognitif tersebut dan memperkuat koneksi manusiawi yang autentik.
Secara keseluruhan, Marketing 7.0 hadir bukan sekadar sebagai buku strategi, melainkan sebagai panduan berpikir bagi para pemasar. Buku ini mengajak marketer untuk memahami manusia sebelum merancang teknologi, sekaligus menegaskan bahwa masa depan pemasaran tetap dimulai dari pikiran manusia.
Selain telah dirilis dalam bahasa Inggris, buku Marketing 7.0 juga akan tersedia dalam tujuh bahasa, yaitu Mandarin (Simplified Chinese), Turki, Rusia, Bulgaria, Portugis, Vietnam, dan Arab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










