Kementan Kendalikan Bibit DOC, Cegah Oversupply Ayam di Pasar

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat pengelolaan produksi ayam ras nasional melalui penataan pemasukan bibit secara terukur guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar domestik.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Hary Suhada, mengatakan kebijakan ini dilakukan untuk menyelaraskan produksi dengan kebutuhan nasional.
“Langkah ini dilakukan melalui penataan pemasukan bibit secara terukur dan adaptif agar selaras dengan kebutuhan pasar,” kata Hary dalam di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: Kementan dan Kementerian PU Bangun Sumur Bor Dalam di Mojokerto
Berdasarkan data Kementan, realisasi pemasukan Grand Parent Stock (GPS) pada triwulan I 2026 tercatat mencapai 87.150 ekor Day Old Chick (DOC) broiler dan 2.995 ekor GPS layer. Angka ini menjadi acuan pemerintah dalam mengatur produksi secara presisi dan berkelanjutan.
Hary menegaskan, sinkronisasi antara perencanaan dan realisasi pemasukan bibit menjadi kunci menjaga keseimbangan pasar.
“Perencanaan dan realisasi pemasukan GPS terus kami sinkronkan dengan kebutuhan nasional, sehingga pengaturan produksi dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Sebagai instrumen utama, pemerintah mulai menerapkan skema National Stock Replacement (NSR) sejak awal 2026. Kebijakan ini mengatur siklus pemasukan dan distribusi bibit secara lebih terukur untuk mencegah kelebihan pasokan yang berpotensi menekan harga di tingkat peternak.
“Bagi peternak, penerapan NSR memberikan kepastian produksi stabil, sehingga harga di tingkat kandang dapat terjaga dan usaha tetap berkelanjutan,” kata Hary.
Secara historis, sektor perunggasan nasional kerap menghadapi fluktuasi harga akibat ketidakseimbangan produksi, terutama saat terjadi oversupply DOC. Dalam beberapa tahun terakhir, intervensi pemerintah melalui pengendalian produksi menjadi instrumen penting untuk menstabilkan harga ayam hidup (live bird) dan menjaga margin peternak.
Baca Juga: Hadapi Ancaman El Nino, Kementan Andalkan Teknologi AWD Hemat Air
Selain pengaturan volume, Kementan juga mendorong peningkatan kualitas bibit melalui penguatan mutu genetik dan performa produksi. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing industri perunggasan nasional.
Di sisi pasokan, pemerintah membuka peluang sumber GPS dari negara mitra seperti Australia dan Inggris yang telah memiliki kesepakatan harmonisasi dengan Indonesia. Diversifikasi sumber ini bertujuan memperkuat ketahanan pasokan bibit sebagai fondasi produksi ayam ras nasional.
Pakar Tim Analisa Penyediaan dan Kebutuhan Ayam Ras dan Telur Konsumsi Ditjen PKH, Trioso Purnawarman, menekankan pentingnya distribusi NSR yang proporsional.
“Sebaran NSR perlu dijaga agar tetap proporsional, sehingga kesinambungan pasokan dan stabilitas pasar dapat terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) Dawami menilai stabilitas harga sangat ditentukan oleh ketepatan pengelolaan produksi.
“Stabilitas harga sangat bergantung pada bagaimana produksi dikendalikan secara tepat dan sesuai kebutuhan pasar,” katanya.
Dari sisi dampak, kebijakan ini dinilai krusial bagi dua pihak sekaligus, yakni peternak dan konsumen. Bagi peternak, pengendalian produksi memberi kepastian harga dan mengurangi risiko kerugian akibat anjloknya harga saat pasokan berlebih.
Sementara bagi masyarakat, stabilitas pasokan menjaga harga daging ayam tetap terjangkau sebagai salah satu sumber protein utama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











