APPMBGI Fasilitasi Penyaluran 3,9 Juta Ton Beras dan 2 Juta Ton Minyakita untuk Program MBG

AKURAT.CO Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Melalui kolaborasi dengan Perum Bulog, APPMBGI akan memfasilitasi distribusi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam skala besar untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini menargetkan 82,9 juta penerima manfaat secara bertahap hingga akhir 2026.
Ketua Umum APPMBGI, Abdul Rivai Ras, menegaskan bahwa distribusi ini bukan sekadar penyaluran bahan pangan, melainkan bagian dari investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Kami tidak sekadar mendistribusikan beras, tetapi memastikan kualitas generasi masa depan dibangun dari dapur-dapur MBG di seluruh Indonesia,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Dalam kerja sama ini, APPMBGI mendukung Bulog menyalurkan hingga 3,9 juta ton beras, mendekati target nasional 4 juta ton per tahun.
Selain itu, distribusi juga mencakup 2 juta ton minyak goreng rakyat (Minyakita) guna menjaga stabilitas harga dan pasokan.
Untuk memastikan distribusi berjalan efektif, APPMBGI mengandalkan sistem MBG C2 Centre (Command and Control Centre), yang memungkinkan pemantauan kebutuhan secara real-time di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil dan terdampak bencana.
“Teknologi menjadi kunci agar distribusi berjalan presisi, merata, dan tepat sasaran hingga ke pelosok desa,” jelas Abdul Rivai.
Dukung Ketahanan Pangan dan Stabilitas Nasional
Saat ini, stok CBP Bulog berada pada kisaran 3,7–4,3 juta ton, salah satu yang tertinggi dalam satu dekade terakhir. Ketersediaan ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
APPMBGI menilai, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh besarnya stok, tetapi juga oleh kemampuan memastikan akses yang adil bagi seluruh masyarakat.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan, tetapi bagaimana memastikan setiap warga mendapatkan akses yang cepat, adil, dan berkualitas,” tegasnya.
Distribusi akan dilakukan melalui jaringan APPMBGI di tingkat daerah untuk menjangkau ribuan dapur MBG dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang diproyeksikan mencapai 30.000 unit saat program berjalan penuh.
Kolaborasi ini juga berkontribusi pada:
Stabilitas harga pangan
Percepatan bantuan ke daerah bencana
Pemenuhan kebutuhan pangan bagi ASN, TNI, dan Polri
Program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga berdampak pada penurunan stunting dan penciptaan lapangan kerja. Data menunjukkan prevalensi stunting turun menjadi 19,8 persen pada 2024.
Baca Juga: Bagaimana Cara Mengatur Pola Tidur yang Sehat
Dengan anggaran Rp335 triliun pada 2026 dan capaian 55 juta penerima manfaat per awal tahun, program ini diproyeksikan mampu menciptakan hingga 5 juta lapangan kerja di sektor pangan.
“Ketika pangan terjaga, harga stabil, petani terserap, dan anak-anak mendapatkan gizi yang cukup, maka kita sedang membangun kekuatan bangsa dari dapur rakyat,” ujar Abdul Rivai.
APPMBGI melihat program ini sebagai fondasi terbentuknya ekosistem pangan nasional yang terintegrasi, dari petani hingga konsumen.
“Ini bukan sekadar distribusi, tetapi langkah besar membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Dengan sinergi pemerintah dan sektor swasta, program MBG diharapkan tidak hanya menjangkau seluruh wilayah Indonesia pada akhir 2026, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









