Harga MinyaKita Naik, Bulog Turun Tangan Cegah Panic Buying

AKURAT.CO Perum Bulog bergerak cepat merespons kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng rakyat MinyaKita yang melampaui harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Operasi pasar dipercepat dan ditargetkan mulai dalam waktu dekat, dengan prioritas wilayah DKI Jakarta.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, bahwa seluruh jajaran daerah telah diperintahkan untuk segera melakukan intervensi pasar, tidak hanya untuk beras tetapi juga MinyaKita.
“Kami tekankan kepada seluruh teman-teman di daerah untuk melaksanakan operasi pasar, termasuk untuk MinyaKita,” ujar Rizal usai rapat percepatan penyerapan gabah di Jakarta, Senin (13/4/2026) Malam.
Langkah ini diambil setelah muncul laporan di berbagai daerah terkait harga MinyaKita yang dijual di atas HET yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.
Baca Juga: APPMBGI Fasilitasi Penyaluran 3,9 Juta Ton Beras dan 2 Juta Ton Minyakita untuk Program MBG
Bulog juga telah menggelar rapat evaluasi nasional bersama seluruh wilayah untuk memetakan kondisi harga pangan terkini. Dalam rapat tersebut, stabilitas harga sembako menjadi fokus utama, termasuk mengidentifikasi faktor penyebab lonjakan harga di tingkat pasar.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa komoditas beras masih menjadi salah satu penyumbang inflasi dengan kontribusi sebesar 0,03%.
Sementara itu, tekanan dari komoditas minyak goreng, khususnya MinyaKita, dinilai berpotensi memperbesar tekanan inflasi jika tidak segera diintervensi.
Rizal memastikan operasi pasar akan dimulai dalam waktu dekat.
“Targetnya minggu ini kami akan melaksanakan operasi pasar MinyaKita, khususnya di DKI dulu. Kami laksanakan satu dua hari ini secepatnya,” katanya.
MinyaKita merupakan program minyak goreng rakyat yang diluncurkan pemerintah sejak 2022 sebagai bagian dari kebijakan stabilisasi harga pangan pasca gejolak harga minyak sawit global. Produk ini didistribusikan dengan skema subsidi dan pengawasan harga melalui HET.
Baca Juga: Realisasi DMO Minyakita ke BUMN Tembus 42 Persen per Pertengahan Maret 2026
Namun, dalam beberapa periode, distribusi MinyaKita kerap mengalami gangguan. Pada 2023–2024, kelangkaan sempat terjadi akibat ketidakseimbangan pasokan dan distribusi, serta adanya indikasi penyelewengan distribusi di tingkat pengecer.
Memasuki 2026, tekanan kembali muncul seiring meningkatnya permintaan domestik dan dinamika harga minyak sawit mentah (CPO) global. Hal ini berdampak pada ketersediaan dan harga MinyaKita di pasar tradisional.
Bulog sendiri dalam beberapa momentum sebelumnya seperti Natal dan Tahun Baru 2025/2026 serta Ramadan dan Idul Fitri 2026 telah melakukan operasi pasar yang dinilai cukup efektif menjaga stabilitas harga.
Kenaikan harga MinyaKita di atas HET berdampak langsung pada daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah yang menjadi target utama program ini.
Kelangkaan juga memicu potensi panic buying di tingkat konsumen, yang berisiko memperparah ketidakseimbangan distribusi.
Dari sisi makro, gangguan pada komoditas strategis seperti minyak goreng berpotensi menambah tekanan inflasi pangan. Mengingat minyak goreng merupakan salah satu komponen penting dalam konsumsi rumah tangga, volatilitas harga dapat berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi.
Operasi pasar yang dilakukan Bulog diharapkan mampu:
Menambah pasokan langsung ke pasar
Menekan harga kembali ke level HET
Memulihkan distribusi yang terganggu
Bulog menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Selain operasi pasar, langkah lanjutan yang tengah disiapkan termasuk koordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk penambahan kuota distribusi MinyaKita.
“Bulog akan selalu memberikan pelayanan terbaik untuk rakyat dan semaksimal mungkin menjaga stabilisasi harga sesuai arahan Presiden,” kata Rizal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











