MIND ID Ungkap Kabar Terbaru Progress Proyek DME

AKURAT.CO Holding industri pertambangan Indonesia MIND ID mengungkapkan kabar terbaru soal kelanjutan pengembangan proyek DME yang dijalankan oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin mengatakan bahwa proyek ini diharapkan menjadi salah satu solusi strategis untuk menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.
“Grup MIND ID juga mengambil peran aktif melalui pengembangan proyek Coal to DME yang dilakukan oleh PT Bukit Asam, di mana diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada LPG impor,” kata Maroef saat RDP dengan Komisi XII DPR RI dikutip, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga: Laba Bersih MIND ID Tembus Rp29 Triliun pada 2025, Lampaui Target 13 Persen
Maroef menuturkan, PT Bukit Asam telah mengalokasikan cadangan batu bara kalori rendah sebagai bahan baku utama produksi DME, termasuk menyiapkan kawasan industri yang dibutuhkan untuk mendukung realisasi proyek.
Namun demikian, Maroef menekankan bahwa pengembangan proyek DME membutuhkan koordinasi yang terintegrasi lintas entitas.
“DME ini memerlukan koordinasi yang terintegrasi lintas entitas mengenai kajian skema proyek dan dukungan regulasi dan kebijakan untuk proyek ini dapat berjalan dengan baik dalam jangka panjang,” ujarnya.
Rencana Kapasitas 1,4 Juta Ton
Senada dengan itu, Direktur Utama PT Bukit Asam, Arsal, menyampaikan bahwa proyek gasifikasi batu bara menjadi DME masih terus menjadi fokus perseroan.
PTBA, kata Arsal merencanakan kapasitas produksi DME mencapai sekitar 1,4 juta ton per tahun. “Nah kapasitas yang kami rencanakan sekitar 1,4 juta ton. Dan proyek ini akan memberikan nilai tambah sekitar 4,3 kali dibandingkan penggunaan batu bara,” ujarnya.
Dalam implementasinya, PTBA akan bertindak sebagai operator pabrik sekaligus pemasok batu bara. Sementara itu, PT Pertamina (Persero) akan berperan sebagai offtaker yang menyerap seluruh produksi DME.
“Ini masih berproses, kami berjalan dengan Danantara. Mudah-mudahan keekonomiannya nanti bisa membuat PTBA menjadi lebih baik lagi,” tambah Arsal.
Groundbreaking Mundur?
Adapun, groundbreaking proyek DME PTBA dikabarkan bakal terealisasi pada tahun ini atau pada tahun 2026.
Namun, berdasarkan timeline atau lini masa yang dipaparkan Arsal saat RDP dengan Komisi XII DPR RI, terlihat bahwa Keputusan Investasi Akhir (Final Investment Decision/FID) proyek DME ditarget pada akhir triwulan-III 2026.
Lalu, EPC dan kontruksi proyek DME ditarget akan dimulai pada triwulan-I 2028 dan Commercial Operation Date (COD) proyek ini ditarget pada triwulan-IV 2030.
“Nah ini timeline-nya, timeline-nya yang sudah kami susun,” ucap Arsal sambil memperlihatkan paparan timeline.
Diberitakan sebelumnya, PT Bukit Asam (PTBA) menargetkan proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) dapat berjalan pada tahun depan atau 2026.
Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto pihaknya semakin serius untuk mendorong proyek hilirisasi batu bara. Terlebih adanya dukungan dari Satgas Hilirisasi untuk menjalankan proyek ini.
“PTBA memulai itu saat ini dengan lebih serius untuk mendorong batubara menjadi hilirisasi,”kata Turino agenda Hipmi Danantara, Senin (20/10/2025).
Turino menambahkan, untuk proyek hilirisasi batu bara ini secara teknologi pihak tidak PTBA tidak ada kendala sama sekali.
Apalagi, PTBA telah m mencadangkan 800 juta ton batu bara khusus untuk hilirisasi DME. Sehingga, jika tida ada kendala program ini akan dijalankan pada tahun depam.
“Moga-moga kalau ga ada halangan saya kira tahun depan sudah bisa mulai (proyek DME),” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









