Akurat
Pemprov Sumsel

Industri Sawit Perkuat Komitmen Dorong Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan

Saeful Anwar | 17 April 2026, 17:08 WIB
Industri Sawit Perkuat Komitmen Dorong Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan
Ilustrasi industri kelapa sawit.

AKURAT.CO Industri kelapa sawit menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan ekonomi hijau melalui kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan sosial.

Ketua Bidang Kampanye Positif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Edi Suhardi, menyebut, sektor sawit memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional, termasuk dalam penciptaan lapangan kerja yang besar.

“Industri sawit memberikan manfaat sosial ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, baik langsung maupun tidak langsung, yang mencapai sekitar 17 juta orang,” ujarnya di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, keberadaan industri sawit juga memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.

Selain meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku UMKM, sektor ini turut mendorong pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil.

“Perkebunan sawit umumnya berada di daerah terisolasi. Perusahaan harus membangun akses jalan hingga fasilitas pendukung yang juga dimanfaatkan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Edi menilai, potensi industri sawit dalam mendukung ekonomi hijau masih sangat besar.

Karena itu, diperlukan sinergi yang lebih kuat antara pelaku usaha dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas dampak ekonomi dan sosial.

Baca Juga: PANI Bidik Marketing Sales Rp4,3 Triliun, Andalkan Hunian Liveable di PIK2

Ia juga menegaskan bahwa industri sawit telah berkontribusi dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

Dari sisi lingkungan, industri sawit disebut terus memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan.

Perkebunan kelapa sawit memiliki kemampuan sebagai penyerap karbon (carbon sink) serta mampu mengolah limbah menjadi produk bernilai tambah.

“Industri sawit telah sejalan dengan prinsip ekonomi hijau, yakni pertumbuhan inklusif, keadilan sosial, serta pelestarian lingkungan termasuk penurunan emisi karbon,” paparnya.

Standar keberlanjutan juga diperkuat melalui penerapan sertifikasi seperti Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), yang menjadi acuan dalam praktik industri.

“Standar ini harus dipatuhi karena berpengaruh terhadap penerimaan pasar, khususnya dari negara maju,” tambahnya.

Edi menegaskan, industri sawit terus didorong untuk menerapkan praktik berkelanjutan, baik oleh regulasi pemerintah maupun tuntutan pasar global.

“Kami berkomitmen menjalankan prinsip keberlanjutan, termasuk tidak melakukan deforestasi,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.