AKURAT.CO Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menggandeng Asosiasi Produsen Kelapa Sawit Nasional Nigeria (National Palm Producers Association of Nigeria/NPPAN) memperkuat kerjasama dan memperluas pasar ekspor minyak sawit Indonesia di Nigeria.
Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono mengatakan terkait hal itu pihaknya telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan President of NPPAN, Alphonsus Inyang di sela rangkaian Festival Indonesia Expo di Afficient Event Center, Kano, Nigeria.
"Penandatanganan MoU ini menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Nigeria, khususnya di sektor kelapa sawit," ujarnya dalam keterangannya dikutip Sabtu (24/8/2024).
Gapki, lanjutnya, berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan industri kelapa sawit di Nigeria dan menjalin kerjasama yang saling menguntungkan. Diharapkan MoU ini juga mendorong hubungan bilateral kedua negara ke depannya.
Festival Indonesia Expo merupakan acara yang diinisiasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Nigeria di Afficient Event Center, Kano State salah satu negara bagian di Nigeria. Salah satu kegiatan dalam acara ekspo tersebut yakni studi banding ke pabrik pengisian dan pengemasan minyak goreng yang berada di Kano Free Trade Zone (KFTZ).
Direktur KFTZ Muazu Musa Sahabi menyambut baik MoU antara GAPKI dan NPPAN untuk mengembangkan industri sawit di Nigeria, selain itu pihaknya berkomitmen untuk memfasilitasi investasi yang masuk dengan menawarkan timbal balik yang dilengkapi berbagai macam kemudahan seperti pengurangan pajak, pembebasan PPN, bebas bea impor, serta jaminan keamanan tambahan.
Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos Immanuel Lingga menyatakan keterlibatan Indonesia dalam industri kelapa sawit di Nigeria selain meningkatkan kesejahteraan petani lokal juga memperkuat citra positif kelapa sawit di pasar global, terutama dalam menghadapi tantangan dari kampanye negatif di pasar Eropa.
Saat ini, total ekspor produk sawit Indonesia ke Afrika mencapai 4,2 juta ton pada 2023, dengan 94 ribu ton di antaranya dikirim ke Nigeria. "Angka ini menunjukkan potensi besar untuk peningkatan, terutama mengingat kebutuhan minyak sawit di Nigeria yang terus berkembang dan posisinya sebagai jalur perhubungan perdagangan utama di Afrika," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








