Akurat
Pemprov Sumsel

Temuan Cadangan Gas 5 Triliun Kaki Kubik di Kaltim, Bahlil Minta SKK Migas Kaji Potensi Kandungan LPG

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 20 April 2026, 19:12 WIB
Temuan Cadangan Gas 5 Triliun Kaki Kubik di Kaltim, Bahlil Minta SKK Migas Kaji Potensi Kandungan LPG
Lapangan migas

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong percepatan pengembangan industri Liquefied Petroleum Gas (LPG) berbasis domestik.

Adapun, hasil eksplorasi sumur Geliga-1 di Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, mengungkap adanya potensi sumber daya gas sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) serta 300 juta barel kondensat.

Bahlil menyampaikan, pihaknya segera meminta SKK Migas untuk melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap komposisi gas yang dihasilkan, khususnya kandungan C3 (propana) dan C4 (butana) yang menjadi bahan utama LPG.

Baca Juga: LPG 12 Kg Tembus Rp228 Ribu, Bahlil: Subsidi Tetap Aman

“Kalau gasnya C3, C4-nya cukup untuk kemudian kita bangun industri LPG, maka kita akan bangun langsung industri LPG di Kalimantan Timur,” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Senin (20/4/2026).

Bahlil menjelaskan, langkah ini menjadi strategi penting untuk mengurangi ketergantungan impor LPG yang selama ini masih cukup tinggi. “Dan juga untuk kemudian bisa memenuhi sebagian kebutuhan domestik kita,” tambahnya

Selain untuk kebutuhan rumah tangga, pengembangan industri LPG domestik juga diarahkan untuk mendukung sektor industri.

Ketua Umum Partai Golkar ininmenyebut, mulai tahun ini kebutuhan LPG akan meningkat signifikan, salah satunya berasal dari proyek industri petrokimia milik Lotte di Cilegon yang diperkirakan membutuhkan sekitar 1,5 juta ton LPG per tahun sebagai bahan baku.

“Begitu pun beberapa industri petrokimia lain yang memang membutuhkan gas dan LPG. Saya pikir itu,” ujar Bahlil.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian ESDM mengumumkan adanya penemuan potensi sumber daya gas sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) serta 300 juta barel kondensat di Sumur Geliga-1 di wilayah Kalimatan Timur.

Adpaun, temuan ini menjadi sinyal positif bagi upaya memperkuat pasokan energi dalam negeri di tengah kebutuhan yang terus meningkat.

Eksplorasi yang melibatkan perusahaan energi asal Italia, ENI, menegaskan bahwa potensi migas Indonesia masih sangat besar, khususnya di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, yang terus menunjukkan prospek menjanjikan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan apresiasi terhadap Eni atas keberhasilan penemuan tersebut.

Temuan ini memberikan bukti bahwa Indonesia masih memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan potensi migas sebagai penopang ketahanan energi nasional dan upaya untuk swasembada energi.

“Ini adalah hasil eksplorasi dan setelah ini mereka juga akan melakukan penyembangan untuk melakukan eksplorasi dari beberapa wilayah lain selain daripada wilayah Kalimantan Timur,” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Senin (20/4/2026).

Bahlil menjelaskan, pada tahun 2028, produksi puncak yang bisa dicapai oleh Eni adalah sebesar 2.000 MMSCFD, jauh melesat apabila dibandingkan dengan produksinya sekarang sekitar 600 hingga 700 MMSCFD. Dan terus akan ditingkatkan hingga tahun 2030 akan dikembangkan produksinya menjadi 3.000 MMSCFD.

“Ini (penemuan) giant. Selain daripada gas, kita juga menemukan nanti di 2028, kita produksi kondensat itu kurang lebih sekitar 90 ribu barel. Dan di 2029-2030 itu bisa tambah lagi menjadi 150 ribu barel,” tambahnya.

Selain Sumur Geliga, Bahlil juga menyampaikan temuan sebelum sumur Geliga, yakni Sumur Gula, yang menghasilkan gas sekitar 2 TCF dan 75 juta barel kondensat.

Dari kedua sumur tersebut, estimasi awal kombinasi sumber daya Geliga dan Gula berpotensi menghasilkan tambahan produksi hingga 1.000 mmscfd gas dan 80.000 bpd kondensat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.