Swasembada di Era Presiden Prabowo Terbukti, Dony Oskaria: Bulog Sampai Kekurangan Gudang!

AKURAT.CO Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria, menegaskan, swasembada pangan bukan sekadar wacana, melainkan telah menjadi realitas di lapangan.
Ia menanggapi adanya pihak yang meragukan capaian tersebut. Menurutnya, implementasi program swasembada pangan sudah berjalan dan didukung langsung oleh BUMN di sektor pangan.
“Banyak yang menyatakan swasembada itu bohong. Yang mengatakan itu mungkin halusinasi. Bulog itu ada di bawah kami, dan barangnya benar ada. Hari ini saya bahkan harus menyuntikkan tambahan dana Rp39 triliun ke Bulog untuk menyerap hasil panen masyarakat,” ujar Dony dalam cuplikan sambutannya di sebuah acara Pertamina, dikutip pada Selasa (21/4/2026).
Dony menyebut peningkatan produksi beras nasional terlihat dari terbatasnya kapasitas penyimpanan. Bahkan, Perum Bulog saat ini mengalami kekurangan gudang.
“Kita masih membangun gudang. Bahkan sekarang kekurangan, sampai harus menyewa gudang tambahan,” lanjutnya.
Ia menegaskan, kedaulatan suatu negara sangat ditentukan oleh kemampuannya untuk mandiri, terutama dalam sektor pangan.
“Negara yang berdaulat adalah negara yang mampu berdiri sendiri, khususnya di bidang pangan,” ujarnya.
Baca Juga: Dony Oskaria Tegaskan Komitmen BUMN Dukung Program Pemerintah Prabowo
Lebih lanjut, Dony menjelaskan bahwa swasembada pangan merupakan hasil kerja bersama berbagai kementerian dan lembaga di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.
Sinergi tersebut melibatkan kementerian teknis seperti Kementerian Pertanian serta BUMN sektor pangan.
Sejumlah langkah konkret telah dilakukan, di antaranya pencetakan sawah baru, perbaikan sistem irigasi, penurunan harga pupuk melalui pembenahan distribusi, serta pembatasan alih fungsi lahan pertanian.
Menurutnya, strategi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan jangka panjang sekaligus melindungi generasi mendatang.
Dony juga menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih fundamental dan merata.
Ketahanan pangan menjadi salah satu pilar utama agar pembangunan tidak hanya terlihat dari angka, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama petani.
Ia menambahkan, pemahaman terhadap dasar kebijakan sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman di ruang publik.
“Kalau masyarakat memahami tujuan besarnya, akan terlihat bahwa kebijakan ini dirancang untuk memperkuat kedaulatan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









