Akurat
Pemprov Sumsel

Swasembada di Era Presiden Prabowo Terbukti, Dony Oskaria: Bulog Sampai Kekurangan Gudang!

Saeful Anwar | 21 April 2026, 23:30 WIB
Swasembada di Era Presiden Prabowo Terbukti, Dony Oskaria: Bulog Sampai Kekurangan Gudang!
Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria.

AKURAT.CO Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria, menegaskan, swasembada pangan bukan sekadar wacana, melainkan telah menjadi realitas di lapangan.

Ia menanggapi adanya pihak yang meragukan capaian tersebut. Menurutnya, implementasi program swasembada pangan sudah berjalan dan didukung langsung oleh BUMN di sektor pangan.

“Banyak yang menyatakan swasembada itu bohong. Yang mengatakan itu mungkin halusinasi. Bulog itu ada di bawah kami, dan barangnya benar ada. Hari ini saya bahkan harus menyuntikkan tambahan dana Rp39 triliun ke Bulog untuk menyerap hasil panen masyarakat,” ujar Dony dalam cuplikan sambutannya di sebuah acara Pertamina, dikutip pada Selasa (21/4/2026).

Dony menyebut peningkatan produksi beras nasional terlihat dari terbatasnya kapasitas penyimpanan. Bahkan, Perum Bulog saat ini mengalami kekurangan gudang.

“Kita masih membangun gudang. Bahkan sekarang kekurangan, sampai harus menyewa gudang tambahan,” lanjutnya.

Ia menegaskan, kedaulatan suatu negara sangat ditentukan oleh kemampuannya untuk mandiri, terutama dalam sektor pangan.

“Negara yang berdaulat adalah negara yang mampu berdiri sendiri, khususnya di bidang pangan,” ujarnya.

Baca Juga: Dony Oskaria Tegaskan Komitmen BUMN Dukung Program Pemerintah Prabowo

Lebih lanjut, Dony menjelaskan bahwa swasembada pangan merupakan hasil kerja bersama berbagai kementerian dan lembaga di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.

Sinergi tersebut melibatkan kementerian teknis seperti Kementerian Pertanian serta BUMN sektor pangan.

Sejumlah langkah konkret telah dilakukan, di antaranya pencetakan sawah baru, perbaikan sistem irigasi, penurunan harga pupuk melalui pembenahan distribusi, serta pembatasan alih fungsi lahan pertanian.

Menurutnya, strategi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan jangka panjang sekaligus melindungi generasi mendatang.

Dony juga menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih fundamental dan merata.

Ketahanan pangan menjadi salah satu pilar utama agar pembangunan tidak hanya terlihat dari angka, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama petani.

Ia menambahkan, pemahaman terhadap dasar kebijakan sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman di ruang publik.

“Kalau masyarakat memahami tujuan besarnya, akan terlihat bahwa kebijakan ini dirancang untuk memperkuat kedaulatan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.