RUPST Astra Angkat Rudy sebagai Presiden Direktur, Dividen Rp15,7 Triliun Disetujui

AKURAT.CO PT Astra International Tbk. (ASII) menetapkan perubahan pucuk pimpinan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Dalam forum tersebut, Rudy ditunjuk sebagai presiden direktur menggantikan Djony Bunarto Tjondro.
Selain pergantian di level direksi, perseroan juga melakukan pembaruan pada jajaran komisaris. Sejumlah nama baru masuk sebagai komisaris independen, termasuk mantan Menteri Keuangan, Muhamad Chatib Basri, dan Pariya Tangtongpairoth. Sementara itu, posisi presiden komisaris kini dipegang Prijono Sugiarto.
Perubahan susunan pengurus ini diputuskan bersamaan dengan agenda lain dalam RUPST. Termasuk penetapan penggunaan laba bersih dan pembagian dividen kepada pemegang saham.
Berdasarkan hasil RUPST 2026, berikut jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Astra:
Direksi
Presiden Direktur: Rudy
Direktur: Gidion Hasan
Direktur: Santosa
Direktur: Gita Tiffani Boer
Direktur: FXL Kesuma
Direktur: Thomas Junaidi Alim W
Direktur: Hsu Hai Yeh
Direktur: Siswadi
Direktur: Djap Tet Fa
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris: Prijono Sugiarto
Komisaris Independen: Sri Indrastuti Hadiputranto
Komisaris Independen: Muliaman Darmansyah Hadad
Komisaris Independen: Muhamad Chatib Basri
Komisaris Independen: Pariya Tangtongpairoth
Komisaris: Anthony John Liddell Nightingale
Komisaris: Benjamin William Keswick
Komisaris: Stephen Patrick Gore
Komisaris: Lincoln Lin Feng Pan
Komisaris: Lee Liang Whye
Dividen Rp15,66 triliun disetujui
Dalam RUPST, pemegang saham juga menyepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp15,7 triliun atau setara Rp390 per saham. Angka ini berasal dari laba bersih konsolidasian Astra sepanjang 2025 yang mencapai Rp32,76 triliun.
Baca Juga: Perkuat Ekosistem Pendidikan, Astra Gaungkan 'Satu Visi, Sejuta Aksi untuk Indonesia Cerdas'
Rincian pembagian dividen ditetapkan sebagai berikut:
"Sebesar Rp390 setiap saham, atau sebanyak-banyaknya Rp15.668.846.832.200, dibagikan sebagai dividen tunai. Termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp98 per saham, atau sebesar Rp3.967.388.207.720, yang telah dibayarkan pada tanggal 31 Oktober 2025."
Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, menjelaskan keputusan tersebut merupakan hasil persetujuan dalam RUPST.
"RUPST menyetujui penggunaan laba bersih konsolidasian perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp32,76 triliun. Sebesar Rp390 setiap saham atau sebanyak-banyaknya Rp15,66 triliun dibagikan sebagai dividen tunai," jelasnya.
Ia menambahkan, nilai tersebut sudah mencakup dividen interim yang sebelumnya telah dibayarkan kepada pemegang saham.
"Termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp98 per saham atau sebesar Rp3,96 triliun yang telah dibayarkan pada tanggal 31 Oktober 2025," kata Boy.
Sisa dividen sebesar Rp292 per saham akan dibayarkan pada 25 Mei 2026 kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 6 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.
Perseroan juga menyampaikan bahwa besaran final dividen yang dibagikan akan menyesuaikan dengan jumlah saham yang beredar, seiring program pembelian kembali saham (buyback) yang masih berjalan.
Selain itu, RUPST memberikan kewenangan kepada direksi untuk melaksanakan pembagian dividen serta mengambil langkah yang diperlukan. Dengan tetap mengacu pada ketentuan perpajakan, Bursa Efek Indonesia dan regulasi pasar modal.
Sisa laba bersih sebesar minimal Rp17.099.940.954.364 dibukukan sebagai laba ditahan. Nilai akhirnya akan bergantung pada total dividen yang terealisasi kepada pemegang saham.
Baca Juga: Desa Negeri Katon Kembangkan Tapis Lampung Bersama Astra
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Daftar PHTC 2026: Syarat Lengkap, Link Resmi, dan Tips Lolos Seleksi
- 2Sejumlah ilmuwan AS yang Terlibat Pengembangan Penangkal Nuklir dan Teknologi Antariksa Hilang Misterius
- 3Kenapa Ikan Sapu-sapu Dimusnahkan? Ini Bahaya dan Dampaknya bagi Lingkungan
- 4Iran Keluarkan Pernyataan Resmi Menolak Perundingan Baru dengan Amerika Serikat
- 5Setelah Kyiv Memperbaiki Pipa Minyak dari Rusia, Hungaria Akan Cabut Larangan atas Pinjaman Uni Eropa untuk Ukraina
- 6Pembukaan Sebagian Wilayah Udara Dimulai, AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran
- 7Warga Amerika: Demensia Trump Makin Parah, Pernyataan-pernyataannya Makin Aneh!
- 8Bernie Sanders Kalah, Senat AS Tolak Dua Resolusi Blokir Penjualan Senjata ke Israel
- 9KPK: Banyak PIHK Kembalikan Uang Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
- 10Cadangan Beras Tembus 5 Juta Ton, Sejarah Baru Ketahanan Pangan Indonesia




