Akurat Logo

DEN Dorong Akselerasi Transisi Energi di Tengah Tekanan Geopolitik Global

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 27 April 2026, 17:32 WIB
DEN Dorong Akselerasi Transisi Energi di Tengah Tekanan Geopolitik Global
DEN

AKURAT.CO Dewan Energi Nasional (DEN) menilai dinamika geopolitik global perlu direspons dengan strategi mitigasi pasokan energi yang lebih terukur. 

Penguatan cadangan energi, diversifikasi impor, optimalisasi kilang domestik, serta percepatan transisi energi dinilai menjadi kunci menjaga ketahanan energi nasional di tengah tekanan harga dan rantai pasok global.

Anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan, Saleh Abdurrahman, menekankan urgensi percepatan transisi energi sebagai respons terhadap ketidakpastian global. 

Baca Juga: 102 Proyek PLTS Disiapkan, Koperasi Jadi Kunci Transisi Energi

“Akselerasi transisi energi menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional, terutama di tengah dampak konflik geopolitik yang memengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi dunia,” kata Saleh pada Sarasehan Energi yang digelar oleh Dewan Energi Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada (UGM) dikutip, Senin (27/4/2026).

Saleh pun menyoroti pentingnya kebijakan energi yang adaptif dan berkelanjutan. Upaya tersebut mencakup peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), penguatan cadangan energi nasional, serta optimalisasi energi transisi, sejalan dengan arah Kebijakan Energi Nasional dalam PP Nomor 40 Tahun 2025.

Sementara itu, dalam sesi diskusi panel, Anggota DEN Mohamad Fadhil Hasan mengungkap bahwa sektor energi nasional masih menghadapi sejumlah tantangan struktural. 

Ketergantungan terhadap impor migas, fluktuasi harga minyak dunia, hingga tekanan terhadap subsidi energi menjadi isu yang perlu direspons secara komprehensif.

“Dinamika geopolitik global saat ini memberikan tekanan nyata terhadap penyediaan energi nasional. Karena itu, diperlukan strategi menyeluruh baik dari sisi suplai maupun demand untuk menjaga ketahanan energi,” ujarnya.

Di sisi lain, Rachmawan Budiarto selaku Tenaga Ahli Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM menyampaikan bahwa gejolak harga energi akibat konflik geopolitik tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga menimbulkan efek berantai terhadap biaya produksi industri dan daya saing ekonomi nasional. 

“Efisiensi energi serta kebijakan yang tepat dinilai menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi,” tambahnya.

Dari sisi operasional, Direktur Pemasaran PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, memaparkan kondisi terkini penyediaan energi nasional. Saat ini, pasar energi global berada dalam fase supply disruption fear, dimana risiko gangguan pasokan meningkat akibat faktor geopolitik.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pertamina telah menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk diversifikasi sumber impor, penguatan kontrak jangka menengah dan panjang, serta optimalisasi produksi kilang domestik guna menjaga keberlanjutan pasokan BBM dan LPG.

Selain itu, penguatan sistem distribusi dan pengelolaan subsidi energi yang tepat sasaran juga menjadi perhatian utama, guna memastikan energi tetap tersedia secara adil dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Melalui Sarasehan Energi ini, DEN berharap dapat menghimpun masukan konstruktif dari berbagai pihak dalam rangka memperkuat kebijakan energi nasional yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.