Akurat Logo

PalmCo Genjot Penanaman Pohon, Target 76 Ribu Hingga 2026

Esha Tri Wahyuni | 28 April 2026, 21:29 WIB
PalmCo Genjot Penanaman Pohon, Target 76 Ribu Hingga 2026
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa

AKURAT.CO Subholding PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, menargetkan penanaman 50.000 pohon sepanjang 2026 dalam rangka peringatan Hari Bumi.

Program ini menjadi bagian dari strategi perusahaan memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor agrikultur.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan bahwa program bertajuk “One Man One Tree” dirancang sebagai gerakan kolektif lintas unit kerja, bukan sekadar seremoni tahunan.

Baca Juga: PTPN IV Dorong Wirausaha Kopi Lewat Pelatihan Barista

“Program ‘One Man One Tree’ ini adalah langkah nyata untuk memastikan bumi tetap menjadi penopang kehidupan. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan keberlanjutan di masa depan,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Target 50.000 pohon pada 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dibanding realisasi sebelumnya. Pada 2024, perusahaan mencatat penanaman 8.750 pohon, lalu meningkat menjadi 17.500 pohon pada 2025.

Dengan demikian, total kumulatif penanaman PalmCo diproyeksikan melampaui 76.000 pohon hingga akhir 2026.

Data ini mencerminkan akselerasi program berbasis lingkungan yang dilakukan perusahaan dalam tiga tahun terakhir. Secara global, sektor agrikultur memang menghadapi tekanan untuk memperbaiki kinerja ESG, terutama terkait deforestasi dan degradasi lahan.

Mengacu pada laporan Food and Agriculture Organization (FAO), dunia kehilangan sekitar 10 juta hektare hutan setiap tahun dalam periode 2015–2020. Indonesia sendiri, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mencatat tren penurunan deforestasi, dari 115,5 ribu hektare pada 2019–2020 menjadi sekitar 104 ribu hektare pada 2021–2022.

Implementasi program dilakukan di tujuh region operasional PalmCo, dengan pendekatan berbasis kondisi ekologis.

Baca Juga: Sidang PTPN II Soroti 'Grey Area' Regulasi Inbreng Lahan BUMN

Di Kalimantan Barat, penanaman difokuskan pada lahan dengan risiko degradasi tinggi untuk menjaga struktur tanah. Sementara di Riau, program diarahkan ke sempadan sungai guna mencegah erosi dan menjaga kualitas air.

“Penanaman di sepanjang aliran sungai menjadi prioritas. Kami berharap langkah ini juga menggerakkan masyarakat sekitar untuk ikut menjaga lingkungan,” ujar Candra Syahroni dari PTPN IV Regional III.

Pendekatan berbasis wilayah ini sejalan dengan praktik konservasi modern yang menitikberatkan pada perlindungan area bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value/HCV).

Langkah PalmCo dinilai relevan di tengah meningkatnya tekanan global terhadap industri sawit untuk memenuhi standar keberlanjutan. Sejumlah pasar ekspor utama, termasuk Uni Eropa, memperketat regulasi terkait produk berbasis deforestasi melalui kebijakan seperti EU Deforestation Regulation (EUDR).

Dalam hal ini, kinerja ESG tidak hanya berdampak pada reputasi, tetapi juga akses pasar dan pembiayaan. Perusahaan menyebut saat ini berada di peringkat kedua dunia untuk kategori agrikultur dalam penilaian ESG, meski tidak merinci lembaga pemeringkatnya.

“Fokus kami adalah menjaga kawasan bernilai konservasi tinggi (HCV) serta area kritis lainnya agar tetap terkelola dengan baik,” kata Jatmiko.

Secara langsung, penanaman pohon berkontribusi pada peningkatan tutupan vegetasi, pengendalian erosi, serta penyerapan karbon. Dalam konteks perubahan iklim, upaya ini menjadi bagian dari mitigasi emisi sektor lahan.

Berdasarkan data Intergovernmental Panel on Climate Change, sektor kehutanan dan penggunaan lahan menyumbang sekitar 22% emisi gas rumah kaca global. Program reforestasi dinilai menjadi salah satu solusi berbasis alam (nature-based solutions) yang efektif.

Di tingkat lokal, keterlibatan karyawan dan masyarakat juga berpotensi memperkuat kesadaran lingkungan serta menciptakan dampak sosial jangka panjang.

PalmCo juga menyatakan akan memastikan program berjalan berkelanjutan dengan pengawasan langsung dari manajemen regional. Perusahaan juga menekankan bahwa peringatan Hari Bumi menjadi momentum memperluas dampak nyata, bukan sekadar kegiatan simbolik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.