Blibli 5.5 Usung Ekosistem Belanja di Tengah Tren Konsumen Rasional

AKURAT.CO Platform e-commerce Blibli menghadirkan kampanye Double Day 5.5 pada 5 Mei 2026, sebagai respons terhadap perubahan perilaku konsumen yang semakin rasional dan berbasis data dalam berbelanja.
Berdasarkan riset Jakpat Consumer & Commerce Outlook 2026, konsumen Indonesia kini tidak lagi sekadar berburu harga murah, melainkan melakukan verifikasi nilai (value) secara lebih ketat sebelum membeli.
Dalam laporan tersebut juga disebutkan munculnya fenomena “rational data-driven shoppers” yang cenderung membandingkan manfaat, harga, dan kemudahan dalam satu keputusan transaksi.
Baca Juga: KKP Gandeng Ecommerce Tingkatkan Literasi Digital Pengelola KNMP
Selain itu, Jakpat mencatat adanya fragmentasi saluran belanja yang membuat konsumen harus berpindah-pindah platform untuk memenuhi kebutuhan berbeda. Kondisi ini dinilai meningkatkan friksi dalam pengalaman belanja digital.
Menjawab tren tersebut, Blibli merancang kampanye 5.5 dengan pendekatan one-stop ecosystem, yang memungkinkan konsumen memenuhi berbagai kebutuhan dalam satu platform.
Head of Campaign Blibli, Indra Perdana, menyatakan bahwa perubahan perilaku konsumen menjadi dasar strategi kampanye ini.
“Kami melihat tren pelanggan yang semakin mengarah ke smart shopping, di mana mereka tidak hanya mencari harga terbaik, tetapi juga kemudahan pemenuhan kebutuhan dalam satu ekosistem dan kepastian dalam bertransaksi. Melalui Double Day 5.5, Blibli ingin menghadirkan pengalaman belanja yang lebih seamless, sehingga pelanggan dapat memenuhi berbagai kebutuhan dalam satu waktu tanpa harus ribet,” ujarnya.
Dalam kampanye ini, Blibli menawarkan sejumlah program diskon dalam periode terbatas satu hari, antara lain Mega Flash Sale dengan potongan harga hingga 55% pada pukul 10.00 dan 16.00 WIB.
Voucher Rush Hour hingga 50% pada jam tertentu, serta Midnight Sale dengan diskon hingga Rp550 ribu pada pukul 00.00–01.00 WIB.
Selain itu, terdapat program Beli 3 diskon 33% yang berlangsung pada pukul 12.00 dan 20.00 WIB.
Tren kampanye Double Day seperti 5.5 merupakan bagian dari strategi e-commerce yang telah berkembang sejak satu dekade terakhir, mengikuti pola promosi berbasis tanggal kembar seperti 9.9, 11.11, dan 12.12.
Model ini terbukti meningkatkan transaksi harian secara signifikan di berbagai platform digital di Asia Tenggara.
Baca Juga: Live Streaming Dorong Lonjakan Transaksi Ecommerce ke Rp96,7 Triliun
Namun, perubahan signifikan terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Data dari berbagai laporan industri menunjukkan bahwa pertumbuhan pengguna e-commerce di Indonesia mulai memasuki fase maturitas.
Sehingga kompetisi bergeser dari akuisisi pengguna ke peningkatan kualitas pengalaman dan retensi pelanggan.
Riset Jakpat 2026 memperkuat tren ini dengan menunjukkan bahwa konsumen kini lebih mempertimbangkan efisiensi waktu, kepraktisan, serta kepastian layanan seperti pengiriman dan keaslian produk, bukan hanya harga.
Pendekatan satu ekosistem yang diusung Blibli berpotensi mengurangi friksi dalam perjalanan belanja digital, terutama bagi konsumen urban dengan mobilitas tinggi.
Dengan menyediakan produk lintas kategori mulai dari gadget, kebutuhan harian, hingga perlengkapan olahraga dalam satu platform, konsumen dapat menghemat waktu dan biaya pencarian.
Sejumlah produk yang ditawarkan dalam kampanye ini mencerminkan kebutuhan tersebut, seperti smartphone untuk produktivitas, produk perawatan diri untuk kebutuhan harian, hingga perlengkapan olahraga untuk gaya hidup aktif.
Strategi ini menunjukkan pergeseran kompetisi e-commerce ke arah integrasi layanan dan ekosistem, bukan sekadar perang harga.
Hal ini juga sejalan dengan tren global di mana platform digital berupaya meningkatkan nilai transaksi per pengguna (average order value) melalui bundling kebutuhan dalam satu platform.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








