Bahlil Dorong CNG Gantikan LPG 3 Kg, Biaya Diklaim Lebih Murah

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif energi pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG), salah satunya dalam bentuk tabung 3 Kg.
Bahlil menjelaskan bahwa CNG pada dasarnya merupakan gas seperti LPG, namun memiliki karakteristik berbeda dan saat ini sudah mulai digunakan di sejumlah sektor, seperti hotel, restoran, serta beberapa program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kemudian munculah ide untuk kita bikin CNG, CNG ini adalah sama juga gas, tapi dia bukan LPG dan sekarang sudah dipakai untuk hotel, restoran dan beberapa MBG-MBG,” kata Bahlil dalam acara Sinergi Alumni IPB Untuk Bangsa dikutip, Minggu (3/5/2026).
Baca Juga: Kementerian ESDM Kebut Infrastruktur Pipa Gas Perkuat Konektivitas Sumatra–Jawa
Lebih lanjut, Bahlil menyebut pemerintah tengah menyiapkan pengembangan CNG untuk segmen lainnya, termasuk sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram.
“Tetapi untuk yang 3 kilogramnya Ini baru mau dibuat dan ini costnya lebih murah 30-40%,” tambahnya.
Meski demikian, ia mengakui implementasi program tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan, baik dari sisi infrastruktur, distribusi, hingga kesiapan pasar.
Ketua Partai Golkar ini menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada efisiensi dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
“ini tantangannya juga banyak, saya bilang tidak ada urusan untuk efisiensi kebaikan dan pelayanan rakyat apapun kita pertaruhkan untuk kita wujudkan agar kita mandiri,” ujar Bahlil.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah terus merumuskan berbagai langkah strategis untuk mengoptimalisasi penggunaan gas domestik demi mencapai kemandirian energi.
Salah satu alternatif energi dalam negeri yang sedang dikaji adalah pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) untuk dapat menjadi substitusi dari Liquefied Petroleum Gas (LPG), yang sebagian besar masih berasal dari luar negeri.
Baca Juga: Kementerian ESDM Genjot Proyek PLTS Nasional Usai Ekspor Panel Surya ke AS Terdampak Tarif
Saat ini, konsumsi LPG nasional mencapai 8,6 juta ton per tahun. Dari angka tersebut, hanya 1,6-1,7 juta ton yang diproduksi dalam negeri dan selebihnya dipenuhi dari impor.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan saat ini rencana pemanfaatan CNG masih dalam tahap pembahasan. Pihaknya akan segera memfinalisasi agar kemandirian energi dapat terwujud.
"Sekarang lagi masih dalam pembahasan, yang tadi saya laporkan, adalah kita membuat CNG. Tapi ini masih dalam pembahasan, saya harus finalisasi, dan ini salah satu alternatif terbaik untuk kita mendorong agar kemandirian energi kita di sektor LPG bisa dapat kita lakukan," kata Bahlil dikutip dari laman Kementerian ESDM, Rabu (29/4/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









