Akurat Logo

Pertamina Kembangkan Energi Rendah Karbon dari Sampah Kota

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 7 Mei 2026, 13:37 WIB
Pertamina Kembangkan Energi Rendah Karbon dari Sampah Kota
Kerja sama Pertamina dan LanzaTech membuka peluang pengolahan sampah menjadi bahan bakar etanol guna mendukung transisi energi nasional.

AKURAT.CO PT Pertamina dan LanzaTech menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan solusi energi rendah karbon berbasis teknologi dalam rangkaian Offshore Technology Conference (OTC) di Houston.

Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, dan Chief Executive Officer LanzaTech, Jennifer Holmgren.

Oki Muraza menyampaikan bahwa Indonesia menghadapi dua tantangan utama, yaitu peningkatan volume sampah perkotaan dan kebutuhan energi bersih yang terus meningkat.

Baca Juga: Atasi Kelangkaan Pasokan, Vivo Sepakat Beli BBM Lewat PT Pertamina

Saat ini, volume sampah nasional mencapai sekitar 56,6 ribu ton per hari, sementara kebutuhan etanol diproyeksikan meningkat hingga sekitar 2,4 juta kiloliter pada 2030.

“Melalui kerja sama ini, kami mendorong solusi konkret untuk mengubah tantangan menjadi peluang, dengan mengonversi sampah menjadi bahan bakar bernilai ekonomi sekaligus mendukung transisi energi,” kata Oki dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Dari sisi bisnis, kolaborasi ini membuka potensi pengembangan rantai nilai berbasis ekonomi sirkuler mulai dari pengolahan sampah, produksi etanol, hingga pemanfaatan produk turunan seperti bahan bakar campuran dan bahan baku industri kimia.

Model ini berpotensi menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah dan energi.

Di sisi lain, Jennifer Holmgren menambahkan bahwa LanzaTech memiliki teknologi fermentasi berbasis mikroba yang mampu mengonversi berbagai sumber karbon menjadi produk bernilai tinggi, termasuk etanol.

Baca Juga: Kementerian ESDM Sebut Pembelian Solar SPBU Swasta Lewat Pertamina Sudah Berlaku

“Dengan pengalaman global dan fasilitas komersial yang telah beroperasi di berbagai negara, serta teknologi yang bersifat modular dan dapat dikembangkan dalam skala besar, LanzaTech memiliki fleksibilitas untuk diimplementasikan dan diintegrasikan dengan infrastruktur eksisting, termasuk kilang dan sistem pengelolaan sampah kota,” ujarnya.

Adapun, LanzaTech merupakan perusahaan teknologi global yang mengubah gas limbah kaya karbon menjadi bahan bakar dan bahan kimia melalui fermentasi mikroba asal Amerika.

Dengan pendekatan ekonomi sirkular, teknologi yang dikembangkan membantu industri mengurangi emisi sekaligus menciptakan nilai ekonomi dan mendukung ketahanan energi.

Kerja sama ini fokus pada pengembangan teknologi waste to fuel, khususnya konversi sampah perkotaan menjadi etanol melalui proses fermentasi.

Inisiatif ini diharapkan dapat menjawab tantangan pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang baru di sektor energi alternatif dan industri kimia berbasis karbon daur ulang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.