Akurat Logo

PalmCo Jadikan K3 Fondasi Stabilitas Operasional Sawit

Esha Tri Wahyuni | 9 Mei 2026, 17:31 WIB
PalmCo Jadikan K3 Fondasi Stabilitas Operasional Sawit
PTPN IV PalmCo mencatat 52 juta jam kerja aman hingga kuartal I-2026 dan memperkuat budaya K3 untuk mendukung hilirisasi sawit nasional.

AKURAT.CO PT PTPN IV PalmCo mencatat lebih dari 52 juta jam kerja aman hingga kuartal I-2026 di tengah tingginya risiko operasional industri perkebunan sawit nasional.

Momentum Hari Buruh Internasional atau May Day dimanfaatkan perusahaan untuk menegaskan bahwa budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kini bukan lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan menjadi fondasi utama menjaga keberlanjutan operasional dan agenda hilirisasi sawit nasional.

Subholding perkebunan milik PTPN IV PalmCo itu saat ini mengelola lebih dari 600 ribu hektare area konsesi serta mengoperasikan puluhan pabrik kelapa sawit yang tersebar di 12 provinsi.

Baca Juga: PTPN IV Gelontorkan Rp12,9 M untuk Digitalisasi Sekolah Pelosok

Dengan skala operasional yang besar dan karakter industri yang padat karya serta berisiko tinggi, perusahaan menilai penguatan sistem K3 menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas produksi.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan pencapaian puluhan juta jam kerja aman menjadi indikator bahwa sistem manajemen keselamatan kerja berjalan secara konsisten di seluruh lini operasional perusahaan.

“Bagi kami di manajemen, May Day bukan hanya peringatan tahunan, melainkan momentum evaluasi sejauh mana kami telah melindungi rekan-rekan pekerja di lapangan. K3 adalah hak dasar setiap pekerja,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (8/5/2026).

Ia menegaskan perusahaan tetap menerapkan prinsip zero accident target meski tantangan operasional di lapangan terus berkembang.

Menurutnya, risiko pekerjaan di sektor sawit mencakup proses panen, pengangkutan tandan buah segar menggunakan alat berat, hingga aktivitas pengolahan di pabrik.

“Tantangan di lapangan sangat dinamis karena kami mengelola puluhan ribu pekerja di 12 provinsi dengan tingkat risiko pekerjaan yang beragam. Prinsip utamanya tidak pernah berubah, pekerja berangkat dalam keadaan sehat, maka harus pulang ke keluarganya dalam keadaan selamat,” katanya.

PalmCo kini mulai menempatkan budaya keselamatan sebagai bagian dari strategi bisnis dan keberlanjutan industri sawit nasional, terutama ketika pemerintah tengah mendorong hilirisasi komoditas untuk menopang ketahanan pangan dan energi.

Sebagai informasi, sektor perkebunan dan manufaktur agro dikenal sebagai industri dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang relatif tinggi.

Data BPJS Ketenagakerjaan sebelumnya menunjukkan kasus kecelakaan kerja nasional masih didominasi sektor manufaktur, konstruksi, dan perkebunan.

Baca Juga: PTPN IV Dorong Wirausaha Kopi Lewat Pelatihan Barista

Karena itu, capaian puluhan juta jam kerja aman dinilai menjadi indikator penting bagi stabilitas operasional industri berbasis sumber daya alam.

Jatmiko menilai target produktivitas perusahaan tidak akan tercapai tanpa ekosistem kerja yang aman.

Menurut dia, agenda hilirisasi sawit nasional membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang terlindungi serta sistem operasional yang minim gangguan akibat kecelakaan kerja.

“Berbagai target strategis perusahaan, termasuk menjaga ketahanan pangan dan energi nasional melalui hilirisasi komoditas, hanya bisa dicapai secara optimal jika ekosistem kerja kita aman,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, mengatakan perusahaan kini mempercepat peningkatan jumlah pekerja bersertifikasi Ahli K3 (AK3) di berbagai unit operasional.

Menurut Ugun, perusahaan tidak hanya fokus pada pengawasan internal, tetapi juga membangun kesadaran keselamatan mulai dari pekerja lapangan hingga manajemen unit.

“Sistem pengawasan sebaik apa pun tidak akan efektif tanpa kesadaran mandiri dari pekerjanya. Karena itu, kami mendorong karyawan di berbagai tingkatan operasional untuk meraih sertifikasi AK3,” kata Ugun.

Ia menjelaskan, pekerja yang telah memiliki sertifikasi K3 diproyeksikan menjadi motor penggerak budaya keselamatan di masing-masing kebun dan pabrik.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari implementasi aspek sosial dalam standar Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan.

Selain itu, PalmCo mulai memperluas kolaborasi lintas lembaga untuk memperkuat mitigasi risiko kerja di lapangan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah bekerja sama dengan PT PLN (Persero) dalam memberikan edukasi keselamatan panen sawit di area yang berdekatan dengan jaringan listrik tegangan menengah.

Kolaborasi tersebut dinilai penting mengingat aktivitas panen dan distribusi sawit kerap bersinggungan langsung dengan infrastruktur kelistrikan, terutama di wilayah perkebunan yang luas dan terpencil.

PalmCo menyatakan akan terus memperkuat integrasi budaya keselamatan kerja ke dalam strategi bisnis perusahaan seiring percepatan hilirisasi dan ekspansi operasional agroindustri nasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.