Biaya Admin Dikeluhkan UMKM, Kemendag Siapkan Aturan Baru Marketplace

AKURAT.CO Pemerintah mempercepat revisi aturan perdagangan digital di tengah meningkatnya keluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap tingginya biaya administrasi marketplace.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso memastikan, revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 tidak akan berbenturan dengan regulasi baru yang tengah disusun Kementerian UMKM.
“Kalau pun ada aturan dari Kementerian UMKM, itu akan saling melengkapi,” kata Budi Santoso di Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Baca Juga: Kemendagri Diminta Percepat Sosialisasi Batas Kewenangan Pemda dalam Raperda DKJ
Budi mengatakan revisi Permendag 31/2023 disiapkan untuk memperkuat perlindungan produk dalam negeri, khususnya produk UMKM, sekaligus mempertegas prioritas promosi barang lokal di platform e-commerce dan marketplace.
Di saat yang sama, Kementerian UMKM juga tengah menyiapkan aturan khusus terkait biaya administrasi platform digital. Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan regulasi tersebut masih dalam tahap sinkronisasi lintas kementerian bersama Kementerian Perdagangan, Kementerian Hukum, hingga Sekretariat Negara.
“Kita saling melengkapi ke arah masyarakat,” ujar Maman.
Sorotan terhadap biaya admin marketplace muncul setelah banyak pelaku usaha kecil mengaku margin keuntungan mereka terus tergerus akibat tingginya potongan transaksi dan biaya layanan platform digital.
“Keluhannya sudah lumayan banyak. Hampir setiap hari masuk ke saya, baik lewat pesan langsung Instagram, Facebook, maupun WhatsApp. Pemerintah harus merespons ini,” kata Maman sebelumnya.
Biaya admin yang dimaksud mencakup komisi penjualan, biaya layanan, biaya iklan, hingga potongan logistik yang dikenakan platform kepada penjual setiap kali transaksi terjadi.
Isu ini menjadi krusial karena ketergantungan UMKM terhadap perdagangan digital terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Inflasi April 2026 Terkendali, Kemendagri Minta Pemda Jangan Lengah dan Tak Berpuas Diri
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM yang telah masuk ekosistem digital menembus lebih dari 27 juta unit usaha hingga 2025. Sementara itu, nilai transaksi e-commerce Indonesia menurut proyeksi Google, Temasek, dan Bain & Company diperkirakan tetap menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
Namun di balik pertumbuhan transaksi digital tersebut, banyak UMKM mengaku menghadapi tekanan margin akibat biaya platform yang semakin besar. Sejumlah pelaku usaha bahkan mulai menaikkan harga jual atau mengurangi promosi demi menjaga keberlanjutan usaha.
Kondisi itu membuat pemerintah kini mulai mengubah pendekatan kebijakan. Jika sebelumnya regulasi e-commerce lebih banyak berfokus pada pengawasan barang impor dan perlindungan konsumen, revisi terbaru mulai menyentuh aspek keberlanjutan usaha penjual lokal di marketplace.
Secara historis, Permendag 31 Tahun 2023 sebelumnya lahir sebagai respons pemerintah terhadap maraknya praktik social commerce dan penjualan lintas negara yang dinilai mengganggu pelaku usaha domestik. Regulasi tersebut sempat menutup praktik transaksi langsung di media sosial dan memperketat perdagangan impor murah.
Kini, fokus pemerintah bergeser pada efisiensi ekosistem digital domestik, terutama setelah muncul gelombang keluhan dari UMKM terkait struktur biaya platform.
Budi Santoso memastikan proses revisi aturan akan selesai dalam waktu dekat.
“Secepatnya, mudah-mudahan bulan ini sudah selesai,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









